Ketersedian hayati karotenoid bubuk daun cincau hijau (Cyclea barbata L. Miers) pada hati tikus (Rattus norvegicus)
View/ Open
Date
2003Author
Wylma
Prangdimurti, Endang
Zakaria, Fransiska R.
Metadata
Show full item recordAbstract
Cincau hijau (Cyclea barbata L. Miers) merupakan tanaman obat yang secara tradisional digunakan sebagai obat penurun panas, radang perut, rasa mual, dan penurun tekanan darah tinggi. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang telah ada, cincau hijau aman untuk dikonsumsi karena tidak bersifat toksik dan terbukti berkhasiat, diantaranya sebagai antialergi, antiinflamasi, menghambat proliferasi sel kanker, dan sebagai antioksidan.
Di dalam daun cincau hijau terdapat karotenoid, flavonoid, dan klorofil, dimana ketiga senyawa tersebut merupakan senyawa-senyawa yang dapat meningkatkan status kesehatan seseorang yang secara umum dikenal sebagai komponen bioaktif. Oleh karena itu, perlu dikaji ketersediaan hayati dari komponen-komponen tersebut. Pada penelitian ini akan dikaji secara khusus bioavailabilitas karotenoid dari bubuk daun cincau hijau (Cyclea barbata L Miers) pada hati tikus percobaan (Rattus norvegicus) strain Sprague Dawley.
Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pembuatan bubuk daun cincau hijau dengan drum dryer, analisa proksimat, serat kasar, dan karotenoid bubuk daun cincau hijau, pembuatan ransum bubuk daun cincau hijau, pemberian ransum selama kurang lebih sembilan minggu dan penimbangan berat badan tikus setiap dua hari sekali, serta analisa retinol pada hati tikus percobaan. Tikus yang digunakan pada penelitian ini adalah tikus putih strain Sprague Dawley yang berjenis kelamin jantan dan berumur tiga minggu...
