Pembentukan biofilm oleh Salmonellaa blockley pada permukaan stainless steel serta pengaruh sanitasi terhadap pembentukan kembali biofilm baru
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembentukan biofilm oleh Salmonella blockley pada permukaan pelat SS baru maupun pelat SS setelah disanitasi di dalam berbagai media pertumbuhan. Selain itu, juga bertujuan untuk melihat cara atau metode sanitasi serta jenis sanitaiser yang paling baik yang dapat digunakan untuk menekan kenaikan densitas biofilm pada pelat SS setelah disanitasi.
Kultur bakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah kultur Salmonella blockley isolat klinis yang diperoleh dari Balai Penelitian Veterinar, Bogor (1994). Pembentukan biofilm dilakukan dalam media cair Trypticase Soybroth (TSB), TSB yang diencerkan 5 kali (1/5 TSB), dan TSB yang diencerkan 10 kali (1/10 TSB), serta Minimal Salt Media (MSM), Sanitaiser yang digunakan adalah senyawa alkali yaitu Na2CO3 1%, klorin 100 ppm, dan klorin 200 ppm dengan atau tanpa diikuti penyikatan.
Pembentukan biofilm pada pelat stainless steel (SS) dalam media kompleks menunjukkan bahwa densitas biofilm yang paling tinggi diperoleh pada media 1/10 TSB (7,17 log unit koloni/cm²), diikuti 1/5 TSB (6,28 log unit koloni/cm²), dan TSB (6,11 log unit koloni/cm²). Sedangkan pada media MSM, pertumbuhan paling kecil dibandingkan dengan ketiga media kompleks lainnya (4,53 log unit koloni/cm²). Densitas biofilm pada media kompleks setelah proses sanitasi menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan densitas biofilm pada pelat SS baru dalam
media pertumbuhan yang sama. Peningkatan densitas biofilm pada pelat SS setelah disanitasi dipengaruhi oleh jenis sanitaiser yang digunakan, konsentrasi, dan media pertumbuhan. Media pertumbuhan akan mempengaruhi jumlah awal mikroba yang akan dibunuh dan senyawa organik yang berasal dari matriks ekstraseluler.
Pada proses sanitasi dengan menggunakan bahan kimia, penggunaan klorin 200 ppm sebagai sanitaiser merupakan cara yang paling baik dalam menekan kenaikan densitas biofilm (7,1% pada media kompleks dan 12,6% pada MSM) diikuti oleh klorin 100 ppm dan Na₂CO, 1%.
Sanitasi yang diikuti dengan penyikatan lebih mampu menekan kenaikan densitas biofilm jika dibandingkan dengan sanitasi dengan menggunakan bahan kimia saja. Sanitasi dengan menggunakan bahan kimia Na2CO3 1% yang diikuti dengan penyikatan memberikan persentase kenaikan densitas yang paling kecil (1,3% pada media kompleks dan 3,3 % pada MSM) dibandingkan dengan penggunaan klorin 100 dan 200 ppm sebagai sanitaiser…
