Penentuan umur simpan yogurt kacang hijau (Phaeseolus radiatus, Linn)
Abstract
Kacang hijau termasuk salah satu tanaman pangan yang telah dikenal luas
oleh masyarakat, bahkan tanaman yang termasuk dalam keluarga kacang-kacangan
ini sudah lama dibudidayakan. Di Indonesia, tanaman kacang hijau merupakan
tanaman kacang-kacangan ketiga yang banyak dibudidayakan setelah kedelai dan
kacang tanah. Oleh karena kandungan protein yang cukup tinggi dan harganya yang
relatif murah, kacang hijau memiliki prospek yang baik sebagai bahan makanan
bergizi yang dapat dikonsumsi masyarakat luas, sehingga sangat potensial untuk
dikembangkan dalam rangka meningkatkan nilai ekonomisnya. Salah satu alternatif
bentuk pengolahannya adalah dengan membuat yogurt dari kacang hijau. Namun
umur simpan yogurt yang pendek terkadang menjadi kendala, karena ketidaktahuan
konsumen tentang penyimpanan yogurt. Untuk menjamin bahwa yoghurt kacang
kedelai masih layak dikonsumsi dan belum mengalami kerusakan, diperlukan
informasi tentang umur simpan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan yoghurt kacang hijau
dan mengukur penurunan mutu yogurt selama penyimpanan. Penelitian ini dilakukan
dengan menyimpan yogurt kacang hijau di dalam tiga suhu berbeda, yaitu 5 oC, 15
oC dan 25 oC. Serta dikemas dalam tiga kemasan berbeda, yaitu botol gelas, HDPE
dan PP. Untuk menentukan umur simpan yogurt kacang hijau digunakan metode
Extended Storage Studies (ESS) atau metode konvensional yaitu penentuan tanggal
kadaluwarsa dengan jalan menyimpan suatu produk pada kondisi normal sehari-hari
dan dilakukan pengamatan terhadap penurunan mutunya hingga mencapai tingkat
mutu kadaluwarsanya. Parameter mutu yogurt yang dianalisis selama penyimpanan
adalah kadar lemak, kadar protein, pH, total asam tertitrasi, dan keberadaan bakteri
koliform.
Hasil penelitian untuk karakterisasi awal produk menunjukkan bahwa yogurt
kacang hijau memiliki pH sebesar 4.06; total asam tertitrasi (TAT) sebesar 1.90%;
kadar lemak sebesar 0.15%; kadar protein sebesar 7.85%; dan bernilai negatif untuk
uji keberadaan bakteri koliform…
