Kajian aktivitas antimikroba ekstrak jintem hitam, Nigella sativa L. terhadap bakteri patogen dan perusak pangan
View/ Open
Date
2007Author
Direja, Eva H
Yasni, Sedarwati
Syamsir, Elvira
Metadata
Show full item recordAbstract
Seiring dengan banyaknya kasus keracunan pangan oleh mikroba yang
menyebabkan penyakit dan kematian serta kerugian ekonomi, perlu dilakukan
usaha-usaha untuk menguranginya. Salah satu usaha tersebut adalah dengan
mengaplikasikan bahan yang berpotensi sebagai antimikroba pada proses
pengolahan pangan. Jintan hitam yang umumnya digunakan sebagai obat-obatan
diduga memiliki aktivitas antimikroba dan berpeluang untuk digunakan sebagai
pengawet bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas
antimikroba beberapa jenis ekstrak jintan hitam terhadap bakteri patogen dan
bakteri perusak makanan.
Tahapan penelitian ini meliputi penelitian pendahuluan dan penelitian
lanjutan. Tahapan penelitian pendahuluan mencakup persiapan kultur mikroba,
ekstraksi tunggal biji jintan hitam dengan metode refluks menggunakan air dan
etanol, serta penyulingan minyak atsiri. Penelitian lanjutan mencakup ekstraksi
bertingkat pada ampas penyulingan minyak atsiri jintan hitam, dengan metode
refluks menggunakan beberapa pelarut organik dengan polaritas yang berbeda,
yaitu heksan, etil asetat dan metanol secara berurutan. Dari keseluruhan proses
ekstraksi akan diperoleh ekstrak air, ekstrak etanol, minyak atsiri, ekstrak heksan,
ekstrak etil asetat, dan ekstrak metanol. Efektivitas senyawa antimikroba dari
masing-masing ekstrak jintan hitam diuji menggunakan metode difusi agar. Pada
minyak atsiri, ekstrak etanol, ekstrak etil asetat, dan ekstrak metanol selanjutnya
dilakukan pengujian nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) terhadap satu
jenis bakteri. Selain itu, dilakukan juga identifikasi kualitatif komponen fitokimia
terhadap ekstrak yang menunjukkan aktivitas antimikroba yang baik, yaitu
minyak atsiri, ekstrak etanol, dan ekstrak etil asetat jintan hitam.
Minyak atsiri, ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat dapat menghambat
semua bakteri uji sehingga dianggap memiliki spektrum yang luas. Ekstrak air dan
ekstrak heksan kurang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji.
Ekstrak air dan ekstrak heksan tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri
Escherichia coli dan Salmonella Typhimurium. Ekstrak metanol tidak dapat
menghambat pertumbuhan Escherichia coli.
Nilai MIC ekstrak etanol terhadap Salmonella Typhimurium adalah 0.084 %
(w/w), nilai MIC minyak atsiri terhadap Bacillus cereus adalah 1.72% (w/w), nilai
MIC ekstrak etil asetat terhadap Staphylococcus aureus adalah 1.88 % (w/w), dan
nilai MIC ekstrak metanol terhadap Pseudomonas aeruginosa adalah 1.88 %
(w/w). Pada minyak atsiri menunjukkan adanya komponen fenol dan terpenoid.
Identifikasi komponen fitokimia pada ekstrak etanol menunjukkan adanya
komponen fenol dan steroid dan pada ekstrak etil asetat menunjukkan adanya
fenol dan flavonoid.
