Sintesis Mono-diasilgliserol (MDAG) dari Stearin Minyak Sawit Degan Metode Gliseroisis Skala Laboratorium
View/ Open
Date
2017Author
Arwani, Afif
Palupi, Nurheni Sri
Andarwulan, Nuri
Metadata
Show full item recordAbstract
Mono dan diasilgliserol (MDAG) merupakan emulsifier dengan status
Generally Recognized as Safe (GRAS) yang paling banyak penggunaannya dalam
industri pangan dan jumlahnya sekitar 75% dari penggunaan emulsifier. Metode
paling murah untuk memproduksi MDAG adalah sintesis dengan proses
gliserolisis. Proses sintesis MDAG pada penelitian ini dilakukan menggunakan
bahan baku stearin minyak sawit melalui reaksi gliserolisis kimia pada suhu tinggi.
Tujuan penelitian ini adalah menentukan kondisi optimum proses sintesis MDAG
dari stearin minyak sawit dengan menggunakan metode gliserolisis pada skala
laboratorium dan melakukan karakterisasi fisiokimia produk MDAG yang telah
dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perlakuan berupa
konsentrasi substrat yang digunakan (stearin:gliserol) 1:1.5 dan 1:2.3, dengan
penambahan katalis NaOH 0.5% pada kondisi suhu reaksi 180 ℃ dan waktu reaksi
180 menit dengan melakukan sampling setiap 30 menit. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sintesis MDAG dengan bahan baku stearin dengan rasio mol
(stearin:gliserol) 1:2.3 menghasilkan produk dengan presentase fraksi MAG yang
lebih tinggi (46.33%) dari pada rasio mol (stearin:gliserol) 1:1.5 (40.23%). Proses
sintesis yang paling baik adalah proses sintesis dengan rasio mol (stearin:gliserol)
1:2.3 dengan waktu sintesis selama 90 menit. Pada kondisi ini diperoleh produk
MDAG dengan presentase fraksi asilgliserol total MAG, DAG, dan TAG berturut
turut sebesar 50.33±0.95%, 28.13±0.63%, dan 4.49±2.08%. Produk akhir yang
dihasilkan memiliki karakteristik nilai ALB 1.64±0.00%, kadar air 0.55±0.02%,
bilangan iod sebesar 34.56±0.01 g/100 g, dan slip melting point 49.5-50 oC dengan
warna visual kuning kecoklatan.
