Kajian produksi dan penurunan mutu permen jelly nenas (ananas comosus (L) Merr.) selama penyimpanan
View/ Open
Date
2010Author
Maghribi, Marlina Nurul
Warsiki, Endang
Suryani, Ani
Metadata
Show full item recordAbstract
Produk hortikultura seperti buah-buahan dan sayuran di Indonesia sangat
beranekaragam. Perhatian terhadap buah-buahan tropis masih sangat kurang,
terutama pada tanaman nenas (Ananas comosus (L) Merr.). Selama ini nenas hanya
dikonsumsi secara langsung (buah segar) atau dibuat selai, dodol, keripik, dan buah
kaleng. Jika panen raya buah nenas melimpah dan pabrik olahan yang ada belum
mampu menampung seluruh buah. Akibatnya harga nenas menjadi sangat rendah,
yaitu Rp 400/kg. Di sisi lain hasil panen nenas menurut Direktorat Jendral
Hortikultura sebesar 1.427.781 ton/tahun yang dihasilkan dari 21.368 hektar luas
panen. Oleh karena itu diperlukan upaya pengolahan lain untuk menyerap hasil
panen nenas seperti permen jelly nenas. Permen jelly merupakan produk camilan
yang digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Permen jelly nenas terbuat dari bahan-bahan alami, seperti buah nenas, gula pasir,
dan karagenan. Produk ini dijamin sehat dan aman dikonsumsi karena tidak
menggunakan bahan pengawet buatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nenas Subang dan
nenas Bogor, mengetahui kemasan terbaik untuk mengemas permen jelly nenas,
mengetahui umur simpan produk, dan mengetahui biaya produksi per kilogram
permen jelly nenas. Penelitian ini menggunakan nenas dari dua varietas yang
berbeda, yaitu nenas Subang dan Bogor. Kedua jenis nenas tersebut dibedakan baik
fisik maupun kimiawi. Nenas kemudian diproses untuk memproduksi pemen jelly
nenas. Permen ini kemudian dikemas dengan tiga kemasan berbeda, yaitu plastik
polipropilen/PP, alumunium foil, dan gelas (jar). Selanjutnya pada masing-masing
kemasan permen ini disimpan pada tiga temperatur yang berbeda, yaitu 5ºC, 15ºC,
dan 35ºC. Permen-permen ini akan mengalami penurunan mutu selama 42 hari
penyimpanan. Parameter yang digunakan untuk mengkaji penurunan mutu permen
ini adalah kadar air, kandungan vitamin C, dan total asam. Selain itu dilakukan uji
organoleptik setiap minggu untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen dan
dilakukan uji statistik untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang digunakan
terhadap permen-permen ini.
Perbedaan kedua jenis nenas terlihat jelas dari segi bentuk buah, bentuk daun,
letak duri, bobot buah, dan kandungan kimia buah. Nenas Subang memiliki bentuk
buah yang bulat dan pendek, daun yang lebar dan pendek, duri yang terletak hanya di
ujung daun, bobot buah 840,40 g, kandungan air 87,11% serta kandungan vitamin C
161,92 mg/100g. Nenas Bogor memiliki bentuk buah yang lebih lonjong dan
panjang, bentuk daun yang sempit dan panjang, letak duri di sepanjang pinggiran
daun dan kulit, bobot buah 502,31 g, kandungan air 80,38% serta kandungan vitamin
C128,48 mg/100g.
