Pengembangan Tepung Pisang Mas dan Tanduk Fermentasi dan Aplikasinya pada Produk Flake MPASI.
Abstract
Pisang adalah buah yang paling banyak diproduksi di Indonesia, salah satunya jenis pisang mas dan tanduk. Modifikasi dengan proses fermentasi memengaruhi karakteristik produk serta dapat menstimulasi kandungan prebiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Pengembangan tepung pisang fermentasi menggunakan starter BAL merupakan alternatif penyediaan zat gizi sejak dini yang dapat diaplikasikan pada MPASI. Tujuan penelitian adalah: 1) mengidentifikasi karakteristik fisikokimia dan sifat fungsional tepung pisang mas dan tanduk nonfermentasi dan fermentasi menggunakan BAL; 2) mengevaluasi pengembangan tepung pisang nonfermentasi dan fermentasi, serta pengaruhnya terhadap tingkat kesukaan dan kandungan prebiotik produk flake MPASI. Fermentasi dilakukan terhadap dua jenis pisang, yaitu pisang mas dan tanduk yang digunakan sebagai taraf perlakuan. Mutu tepung pisang yang dihasilkan ditentukan berdasarkan parameter yang meliputi: rendemen, kadar air, warna, profil gelatinisasi pati, serta indeks dan efek prebiotik. Kandungan prebiotik tertinggi dihasilkan oleh tepung pisang tanduk yaitu indeks prebiotik sebesar 2,58 dan efek prebiotik sebesar 9,63 log CFU/ml. Berdasarkan uji ranking dan rating hedonik, flake tepung pisang tanduk lebih disukai daripada flake tepung pisang mas. Flake tepung pisang tanduk nonfermentasi menghasilkan indeks dan efek prebiotik sebesar 1,34 dan 8,68 log CFU/ml, sedangkan untuk flake tepung pisang tanduk fermentasi sebesar 1,56 dan 8,79 log CFU/ml.
