View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Rancang Bangun Rantai Pasok Agroindustri Briket Tempurung Kelapa Kualitas Ekspor

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (652.9Kb)
      Fullteks (947.2Kb)
      Lampiran (449.7Kb)
      Date
      2020
      Author
      Amalia, Fitri
      Arkeman, Yandra
      Wibawa, Dhani Satria
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      FITRI AMALIA. Rancang Bangun Rantai Pasok Agroindustri Briket Tempurung Kelapa Kualitas Ekspor. Dibimbing oleh YANDRA ARKEMAN dan DHANI SATRIA WIBAWA. Agroindustri briket tempurung kelapa di Indonesia diproyeksikan akan mengalami peningkatan, hal tersebut ditinjau dari permintaan ekspor briket yang terus meningkat. Dalam proses pendirian agroindustri briket tempurung kelapa, dibutuhkan suatu rancangan rantai pasok bahan baku hingga produk jadi dengan tujuan memaksimalkan keuntungan dan memuaskan kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rantai pasok agroindustri briket tempurung kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Tahapan dalam merancang rantai pasok dimulai dengan visualisasi rantai pasok secara luas, mendefinisikan peran lebih spesifik, menentukan jalur distribusi, dan menentukan faktor yang mempengaruhi keputusan desain rantai pasok. Sasaran rantai pasok dari agroindustri briket adalah pasar ekspor. Bahan baku yang digunakan adalah arang tempurung kelapa, tepung tapioka, dan kapur. Hasil rancangan rantai pasok agroindustri briket tempurung kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir melibatkan kelompok tani, supplier tepung tapioka, supplier kapur, agroindustri briket, dan konsumen luar negeri (Importir). Jalur distribusi yang akan digunakan adalah distribusi secara langsung. Sistem distribusi atau penyerahan produk ke konsumen menggunakan syarat FOB (Free on Board) Shipping Point. Faktor yang dapat mempengaruhi keputusan dalam penentuan desain rantai pasok adalah biaya logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok agroindustri briket tempurung kelapa akan lebih efisien jika seluruh proses produksi dilakukan di dalam pabrik. Hal tersebut dilihat dari kebutuhan biaya pengemasan, proses pengemasan produk di pabrik membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan menggunakan jasa pihak ketiga.
       
      Agroindustri briket tempurung kelapa di Indonesia diproyeksikan akan mengalami peningkatan, hal tersebut ditinjau dari permintaan ekspor briket yang terus meningkat. Dalam proses pendirian agroindustri briket tempurung kelapa, dibutuhkan suatu rancangan rantai pasok bahan baku hingga produk jadi dengan tujuan memaksimalkan keuntungan dan memuaskan kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rantai pasok agroindustri briket tempurung kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Tahapan dalam merancang rantai pasok dimulai dengan visualisasi rantai pasok secara luas, mendefinisikan peran lebih spesifik, menentukan jalur distribusi, dan menentukan faktor yang mempengaruhi keputusan desain rantai pasok. Sasaran rantai pasok dari agroindustri briket adalah pasar ekspor. Bahan baku yang digunakan adalah arang tempurung kelapa, tepung tapioka, dan kapur. Hasil rancangan rantai pasok agroindustri briket tempurung kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir melibatkan kelompok tani, supplier tepung tapioka, supplier kapur, agroindustri briket, dan konsumen luar negeri (Importir). Jalur distribusi yang akan digunakan adalah distribusi secara langsung. Sistem distribusi atau penyerahan produk ke konsumen menggunakan syarat FOB (Free on Board) Shipping Point. Faktor yang dapat mempengaruhi keputusan dalam penentuan desain rantai pasok adalah biaya logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok agroindustri briket tempurung kelapa akan lebih efisien jika seluruh proses produksi dilakukan di dalam pabrik. Hal tersebut dilihat dari kebutuhan biaya pengemasan, proses pengemasan produk di pabrik membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan menggunakan jasa pihak ketiga.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105581
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4356]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository