Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/9803
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorMulyadi
dc.date.accessioned2010-04-30T02:39:01Z
dc.date.available2010-04-30T02:39:01Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/9803
dc.description.abstractRendemen merupakan tolok ukur hasil dari proses produksi gula, sehingga penting bagi petani dan pabrik gula. Penentuan rendemen yang berlaku saat ini mempunyai kelemahan. Sampling nira perahan pertama tidak akurat, nira dari tebu petani yang satu tercampur dengan petani lain. Kadar nira tebu, sebagai salah satu kriteria kualitas tebu, ditetapkan sama untuk semua tebu dalam satu periode giling. Dengan demikian, hasil penetapan rendemen tidak mencerminkan perbedaan jenis dan mutu tebu. Kondisi ini mendorong terjadinya penurunan kualitas tebu karena petani enggan meningkatkan kualitas tebu yang dihasilkan, sehingga terjadi disinsentif terhadap peningkatan produksi gula. Masalah ini perlu diatasi dengan cara menggunakan teknik penetapan rendemen alternatif yang menghargai prestasi individu. Penggunaan metoda berbasis individu dapat dilakukan melalui identifikasi dan mencari bentuk hubungan antara faktor-faktor yang berpengaruh terhadap rendemen. Sebagai langkah awal, dilakukan pengukuran rendemen menggunakan metoda sampling dengan teknik Core Sampler (CS) dan Krepyak Mini Sampler (KMS) sebagai alternatif. Penelitian dilaksanakan di PG Mojopanggung, Tulung Agung-Jawa Timur pada musim giling 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik CS dapat direkomendasikan sebagai teknik penetapan rendemen individu. Teknik tersebut lebih akurat, terpercaya, obyektif dan mudah dilakukan untuk penetapan rendemen tebu secara individual petani. Selain itu, dengan teknik penetapan alternatif ini, rendemen dapat diduga melalui komponen-komponen input. Hasil penelitian menunjukkan rendemen dipengaruhi oleh komponen input berupa pemupukan N pada level 0 sampai 0,8 ton/ha ZA, kewayuan pada 0 sampai 4,5 hari dan total padatan terlarut atau brix (%). Hubungan antara rendemen dengan komponen-komponen input tersebut dinyatakan dalam persamaan regresi : Y = 0,198 + 0,226 X1 – 0,040 X2 + 0,451 X3 dimana : Y = Rendemen (%), X1 = Pemupukan N (ton/ha ZA), X2 = Kewayuan (hari), dan X3 = Brix (%)id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural Institute)
dc.titleKajian Teknik Penetapan Rendemen Tebu Individual Petani Di Pabrik Gula Mojopanggung Tulung Agung Jawa Timurid
Appears in Collections:MT - Agriculture Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
2006mul1_abstract.pdf
  Restricted Access
Abstract128.7 kBAdobe PDFView/Open
2006mul1.pdf
  Restricted Access
Full Text587.73 kBAdobe PDFView/Open
2006mul1_abstract.ps
  Restricted Access
Postscript3.38 MBPostscriptView/Open
Cover_2006mul1.pdf
  Restricted Access
Cover391.82 kBAdobe PDFView/Open
Bab I_2006mul1.pdf
  Restricted Access
Bab I360.89 kBAdobe PDFView/Open
Bab II_2006mul1.pdf
  Restricted Access
Bab II425.41 kBAdobe PDFView/Open
Bab III_2006mul1.pdf
  Restricted Access
Bab III384.92 kBAdobe PDFView/Open
Bab IV_2006mul1.pdf
  Restricted Access
Bab IV446.16 kBAdobe PDFView/Open
Bab V_2006mul1.pdf
  Restricted Access
Bab V561.26 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.