Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/92987| Title: | Evaluasi Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Perencanaan Ulang Tata Letak Industri Pengolahan Gula Merah Tebu di Desa Cranggang, Kabupaten Kudus |
| Authors: | Nugroho, Lilik Pujantoro Eko Rahmayanti, Fahmi |
| Issue Date: | 2018 |
| Publisher: | Bogor Agricultural University (IPB) |
| Abstract: | Industri gula merah tebu di Desa Cranggang, Kabupaten Kudus adalah salah satu usaha kecil dan menengah yang sedang berkembang. Namun, industri kecil dan menengah tersebut kurang memperhatikan kebersihan lingkungan kerja saat melakukan proses produksi salah satunya tata letak produksi. Sehingga industri gula merah tebu memerlukan penilaian serta pembinaan keamanan pangan sesuai dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP). Selain itu juga diperlukan perencanaan tata letak fasilitas pabrik untuk mengatasi kendala tata letak pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan GMP serta melakukan perencanaan ulang tata letak fasilitas industri pengolahan gula merah tebu di Desa Cranggang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil evaluasi penerapan GMP pada industri gula merah tebu milik Bapak Ramidi memiliki nilai total penerapan GMP yang didapat sebesar 248 poin menghasilkan kesesuaian GMP adalah sebesar 53,2%. Sementara pada industri gula merah tebu milik Bapak Kurdianto memiliki nilai total penerapan GMP sebesar 323 poin menghasilkan kesesuaian GMP adalah sebesar 28,5%. Evaluasi ini, menunjukkan bahwa kedua pabrik tesebut sangat kurang memenuhi kriteria GMP. Setelah dilakukannya perancangan ulang tata letak pabrik pada industri gula merah tebu di Desa Cranggang, panjang lintasan aliran material pada industri gula merah tebu milik Bapak Ramidi adalah sebesar 27,8 meter dan yang sebelumnya adalah sebesar 35,52 meter. Panjang lintasan aliran material setelah perancangan ulang menjadi lebih pendek, sedangkan pada industri gula merah tebu milik Bapak Kurdianto menjadi lebih panjang. Namun untuk merancang ulang tata letak pabrik supaya menjadi lebih baik, efektif, dan terhindar dari kontaminasi silang, maka perancangan tata letak perlu memperhatikan penerapan Good Manufacturing Practices meskipun panjang lintasan aliran materialnya menjadi bertambah. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/92987 |
| Appears in Collections: | UT - Agroindustrial Technology |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| F18fra.pdf Restricted Access | 23.5 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.