Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82332
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorChikmawati, Tatik-
dc.contributor.advisorWidjaja, Elizabeth Anita-
dc.contributor.authorDalimunthe, Syadwina Hamama-
dc.date.accessioned2016-12-28T03:14:56Z-
dc.date.available2016-12-28T03:14:56Z-
dc.date.issued2016-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82332-
dc.description.abstractSumatera merupakan wilayah yang kaya akan hutan hujan tropis yang menjadi habitat utama tumbuhan merambat, termasuk marga Ampelocissus. Ampelocissus memiliki ciri rambut berwarna putih hingga merah di seluruh permukaan tumbuhan, sulur pada tangkai perbungaan, perbungaan malai hingga tirsus, bunga berbilangan 4-5, cakram bunga beralur 5-10, dan potongan melintang biji berbentuk huruf T. Publikasi mengenai konsep jenis dan marga Ampelocissus sangat berkembang, tetapi kajian Ampelocissus secara lengkap dan rinci di Sumatera belum pernah dilakukan. Studi tentang permasalahan taksonomi marga ini diperlukan dengan pengkajian morfologi dan anatomi, khususnya mengenai konsep jenis, keanekaragaman, dan distribusi spasial marga Ampelocissus di Sumatera. Prosedur penelitian mengikuti standar revisi dan pengambilan sampel mengikuti metode jelajah flora. Sebanyak 71 nomor koleksi Herbarium Bogoriense (BO), 12 nomor koleksi eksplorasi di Pulau Sumatera, serta potretpotret spesimen holotype diamati. Preparat sayatan paradermal disiapkan dengan metode Cutler dan preparat sayatan melintang disiapkan dengan teknik potongan beku (freeze sections technique). Sebanyak 25 ciri morfologi digunakan dalam analisis hubungan keserupaan dengan koefisien simple matching, dan menggunakan metode pengelompokan UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean). Sepuluh jenis dan satu varietas Ampelocissus ditemukan di Pulau Sumatera. Tujuh jenis sesuai diidentifikasi sesuai dengan studi sebelumnya, meliputi A. arachnoidea Planch., A. gracilis (Wall.) Planch., A. imperialis (Miq.) Planch., A. korthalsii Planch., A. ochracea (Teijsm. & Binn.) Merr., A. polythyrsa (Miq.) Gagnep., dan A. thyrsiflora (Blume) Planch. Tiga jenis dan satu varietas merupakan rekaman baru, A. elegans (Kurz) Gagnep., A. filipes Planch., A. rubiginosa Lauterb., dan A. ochracea var. trilobata Merr. Setiap jenis Ampelocissus dibedakan atas beberapa ciri morfologi, yaitu tipe indumentum; tipe, bentuk, pangkal, tepi, dan pertulangan daun; bentuk daun penumpu; keberadaan dan ukuran daun pelindung; tipe perbungaan, bentuk kuncup bunga, dan tipe pelekatan kepala sari. Pengamatan anatomi dilakukan terhadap sepuluh jenis Ampelocissus di Sumatera, sedangkan jenis A. korthalsii tidak dapat diamati. Antara jenis Ampelocissus bervariasi pada beberapa ciri anatomi, meliputi bentuk dinding antiklinal sel epidermis adaksial dan abaksial, jumlah lapisan jaringan tiang, bentuk epidermis atas, tebal daun, keberadaan papila, tipe dan bentuk kristal kalsium oksalat, serta kedudukan stomata pada sisi abaksial daun. Jenis-jenis Ampelocissus di Pulau Sumatera ditemukan pada ketinggian 5- 1400 m dpl, yang tersebar dari utara, selatan hingga wilayah kepulauan di Sumatera. Ampelocissus thyrsiflora merupakan jenis yang memiliki persebaran terluas di Sumatera. Analisis gugus Ampelocissus di Pulau Sumatera berdasarkan 25 ciri morfologi menunjukkan koefisien kemiripan 0.35-0.96. Marga Ampelocissus terbagi menjadi tiga kelompok besar pada koefisien 0.55. Jenis-jenis Ampelocissus memisah berdasarkan ciri habitus, tipe daun, bentuk daun, keberadaan daun pelindung, tipe perbungaan, bentuk dan keberadaan indumentum kuncup bunga, serta tipe pelekatan kepala sari. Analisis gugus Ampelocissus di Pulau Sumatera berdasarkan 16 ciri anatomi menunjukkan koefisien kemiripan 0.48-0.81. Gugus yang ditentukan oleh ciri anatomi memiliki kesamaan dengan gugus berdasarkan ciri morfologi. Ciri anatomi merupakan ciri tambahan untuk membedakan jenis-jenis dalam marga Ampelocissus. Ciri anatomi yang memiliki nilai taksonomi penting adalah tipe bentuk dinding antiklinal, tipe rambut, keberadaan papila, dan tipe kristal oksalat.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultral University (IPB)id
dc.subject.ddcBotanyid
dc.subject.ddcPlant ecologyid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcSumateraid
dc.titleRevisi Ampelocissus (Vitaceae) Di Sumateraid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordanatomiid
dc.subject.keywordhubungan keserupaanid
dc.subject.keywordmorfologiid
dc.subject.keywordsebaranid
Appears in Collections:MT - Agriculture Technology

Files in This Item:
File SizeFormat 
2016shd.pdf
  Restricted Access
27.32 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.