Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/62731
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorErungan, Anna C
dc.contributor.advisorIbrahim, Bustami
dc.contributor.authorWidhiastuti, Indri
dc.date.accessioned2013-04-23T06:28:28Z
dc.date.available2013-04-23T06:28:28Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/62731
dc.description.abstractRajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas perairan yang ketersediaannya masih sangat tergantung pada hasil tangkapan di alam. Dalam suatu industri, kontinuitas ketersediaan bahan baku dan kualitas produk sangat penting untuk keberlangsungan produksi, oleh karena itu industri yang bergerak di bidang rajungan perlu mempertimbangkan dengan cermat mengenai ketersediaan bahan baku serta kualitas daging rajungan agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan September 2009, bertempat di PT. Windika Utama, Semarang-Jawa Tengah, miniplant yang menjadi mitra kerja dari PT Windika Utama seperti Mangkang, Rembang, Tuban, dan Surabaya. Proses pengumpulan data primer dengan wawancara, observasi dan kuisioner, sedangkan data sekunder dengan pengumpulan informasi perusahaan dan studi literatur. Analisis anggota rantai pasokan dan pengendalian mutu dengan analisis deskriptif sedangkan penentuan pasokan daging rajungan dianalisis dengan program linier dan bantuan perhitungan program Solver. Rantai pasokan rajungan pada studi kasus PT Windika Utama memiliki anggota primer yaitu nelayan, bakul, pemilik miniplant dan perusahaan. Pemilik miniplant yang memasok daging rajungan ke PT Windika Utama berasal dari berbagai wilayah seperti Semarang, Rembang, Tuban, Surabaya, Bayuwangi, Madura, dan Sumbawa. Dalam pengawasan mutu, nelayan dan bakul cenderung kurang memperhatikan penanganan hasil tangkapan. Mutu daging rajungan dari miniplant selalu disesuaikan dengan standar perusahaan. Pengawasan mutu yang dilakukan perusahaan terhadap miniplant dengan penempatan manajer area. Pengawasan mutu di tingkat perusahaan selalu menjadi prioritas dalam melaksanakan proses produksi. Oleh karena itu, pada tiap tahapan proses produksi selalu dilakukan pengujian mutu produk sesuai persyaratan mutu yang berlaku.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleAnalisis Rantai Pasokan Rajungan Studi Kasus PT Windika Utama Semarang, Jawa Tengahen
Appears in Collections:UT - Aquatic Product Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
C10iwi.pdf
  Restricted Access
fullteks1.65 MBAdobe PDFView/Open
BAB I Pendahuluan.pdf
  Restricted Access
BAB I283.7 kBAdobe PDFView/Open
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf
  Restricted Access
BAB II532.38 kBAdobe PDFView/Open
BAB III Metodologi.pdf
  Restricted Access
BAB III301.27 kBAdobe PDFView/Open
BAB IV Keadaan Umum Perusahaan.pdf
  Restricted Access
BAB IV360.32 kBAdobe PDFView/Open
BAB V Hasil dan Pembahasan.pdf
  Restricted Access
BAB V484.63 kBAdobe PDFView/Open
BAB VI Kesimpulan dan Saran.pdf
  Restricted Access
BAB VI323.68 kBAdobe PDFView/Open
Cover.pdf
  Restricted Access
Cover289.49 kBAdobe PDFView/Open
Daftar Pustaka.pdf
  Restricted Access
Daftar Pustaka287.85 kBAdobe PDFView/Open
Lampiran.pdf
  Restricted Access
Lampiran998.94 kBAdobe PDFView/Open
Ringkasan.pdf
  Restricted Access
Ringkasan322.62 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.