Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172275
Title: Apakah Merger dan Akuisisi Bank Lintas Negara (M & A) Meningkatkan Efisiensi? Bukti Empiris dari Indonesia Menggunakan DEA, PSM– DiD, dan Regresi Tobit
Other Titles: Do Cross-Border Bank Mergers and Acquisitionsn (M & A) Lead to Greater Efficiency? Evidence from Indonesia using DEA, PSM–DiD, and Tobit Regression
Authors: Priyarsono, Dominicus Savio
Ramadyanto, Widodo
Kurniawan, Rudi
Issue Date: 2026
Publisher: IPB University
Abstract: iv RINGKASAN RUDI KURNIAWAN. Apakah Merger dan Akuisisi Bank Lintas Negara (M & A) Meningkatkan Efisiensi? Bukti Empiris dari Indonesia Menggunakan DEA, PSM– DiD, dan Regresi Tobit. Dibimbing oleh DOMINICUS SAVIO PRIYARSONO dan WIDODO RAMADYANTO. Apakah Merger dan Akuisisi Bank Lintas Negara (M & A) Meningkatkan Efisiensi? Di tengah dorongan konsolidasi industri dan semakin terbukanya sektor keuangan Indonesia terhadap investasi global, pertanyaan ini menjadi semakin relevan. Penelitian ini mengkaji sepuluh bank swasta nasional, yang terdiri atas lima bank yang mengalami merger dan akuisisi lintas negara pada periode 2017–2018 dan lima bank pembanding yang tidak mengalami perubahan kepemilikan. Dengan memadukan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengukur efisiensi, Propensity Score Matching (PSM) untuk membentuk kelompok yang sebanding, Difference-in-Differences (DiD) untuk mengidentifikasi dampak kausal, serta regresi Tobit untuk menganalisis faktor-faktor penentunya, studi ini menyajikan evaluasi yang komprehensif terhadap perubahan efisiensi teknis, manajerial, dan skala usaha sebelum dan sesudah merger. Hasil empiris menunjukkan bahwa merger dengan bank asing tidak secara otomatis meningkatkan efisiensi. Walaupun sebagian bank mengalami perbaikan, terutama dalam efisiensi skala seiring dengan bertambahnya ukuran dan permodalan, sebagian lainnya justru mengalami penurunan efisiensi teknis dan efisiensi manajerial akibat kompleksitas integrasi organisasi, sistem, dan proses bisnis. Dampak negatif tersebut relatif lebih besar pada bank berukuran kecil, yang memiliki keterbatasan dalam menyerap biaya penyesuaian dan mengelola perubahan struktural. Sementara itu, bank dengan aset yang lebih besar cenderung lebih mampu memanfaatkan sinergi skala dan dukungan teknologi dari pihak pengakuisisi. Menariknya, bank-bank yang tidak melakukan merger tetap mampu meningkatkan efisiensi melalui perbaikan internal, digitalisasi, dan penguatan tata kelola tanpa harus mengubah struktur kepemilikan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan efisiensi bukan semata hasil dari perubahan kepemilikan, melainkan sangat ditentukan oleh kualitas manajemen, kesiapan organisasi, dan kemampuan mencapai skala operasi yang optimal. Dengan demikian, merger lintas negara bukanlah jaminan keberhasilan, melainkan sebuah proses strategis yang menuntut integrasi yang efektif agar benar-benar mampu meningkatkan kinerja dan daya saing perbankan.
Do Cross-Border Bank Mergers and Acquisitions (M & A) Lead to Greater Efficiency? In the context of increasing consolidation in the Indonesian banking industry and deeper integration with global financial markets, this question has become highly relevant. This study examines ten domestic private banks, consisting of five banks that experienced cross-border mergers and acquisitions during 2017– 2018 and five comparable non-merger banks. By employing an integrated empirical framework—Data Envelopment Analysis (DEA) to measure efficiency, Propensity Score Matching (PSM) to construct a comparable control group, Difference-in- Differences (DiD) to identify causal effects, and Tobit regression to analyze the determinants of efficiency—this research provides a comprehensive assessment of changes in technical, managerial, and scale efficiency before and after the mergers. The empirical results indicate that foreign acquisitions do not automatically improve bank efficiency. While some banks exhibit improvements, particularly in scale efficiency as a result of larger asset size and stronger capital support, others experience declines in technical and managerial efficiency due to the complexity of post-merger integration, including organizational restructuring, system harmonization, and operational adjustments. These adverse effects are more pronounced among smaller banks, which tend to face greater difficulties in absorbing adjustment costs and managing structural change. In contrast, larger banks are better positioned to exploit scale economies and technological spillovers from their foreign parent institutions. Interestingly, non-merger banks are also able to enhance efficiency through internal restructuring, digital transformation, and improvements in corporate governance, without changes in ownership structure. This finding suggests that efficiency gains are not solely driven by ownership change, but rather depend critically on managerial quality, organizational readiness, and the ability to operate at an optimal scale. Therefore, cross-border mergers and acquisitions should not be viewed as a guaranteed path to higher efficiency, but as a strategic process whose success hinges on effective post-merger integration and sound internal management.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172275
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_K1501212250_5c37bb64e4c34e429d498370240e91e9.pdfCover805.75 kBAdobe PDFView/Open
fulltext_K1501212250_e4ecfdcdc1344a2ba4d303dd0d6791be.pdf
  Restricted Access
Fulltext1.42 MBAdobe PDFView/Open
lampiran_K1501212250_11812ba29e79482f947847ce0183f84a.pdf
  Restricted Access
Lampiran530.9 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.