Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172250
Title: Kesiapan Pegawai Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian dalam Menghadapi Restrukturisasi
Other Titles: Employee Readiness at the Agricultural Assemblies and Modernization Agency for Organizational Restructuring
Authors: Hidayatulloh, Furqon Syarief
Triyonggo, Yunus
Fitriani, Annisa Hana
Issue Date: 2026
Publisher: IPB University
Abstract: Restrukturisasi organisasi di instansi pemerintah merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk meningkatkan efektivitas kelembagaan. Namun, restrukturisasi yang dilakukan secara berulang dalam waktu relatif singkat dapat menimbulkan tantangan bagi organisasi dan sumber daya manusianya. Kondisi tersebut dialami oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian yang mengalami perubahan kelembagaan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menjadi Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, dan selanjutnya bertransformasi menjadi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian. Perubahan ini berdampak pada pergeseran tugas pokok dan fungsi, struktur organisasi, distribusi sumber daya manusia, serta dinamika komunikasi internal. Restrukturisasi BRMP dihadapkan pada permasalahan berupa komunikasi yang belum optimal dan distribusi pegawai yang belum merata. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelaahan lebih lanjut mengenai kesiapan organisasi dan individu dalam merespons perubahan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses restrukturisasi BRMP berdasarkan tahapan perubahan organisasi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan perubahan pegawai, serta menentukan strategi prioritas untuk meningkatkan kesiapan perubahan. Proses restrukturisasi dianalisis menggunakan Model Delapan Tahap Perubahan Kotter sedangkan faktor kesiapan perubahan dianalisis dengan Structural Equation Modelling-Partial Least Squares. Sementara penentuan strategi prioritas dilakukan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis Model Kotter menunjukkan bahwa restrukturisasi BRMP telah berjalan, namun belum optimal pada tahap membangun urgensi, mengomunikasikan visi perubahan, memberdayakan pegawai, dan melembagakan perubahan. Hasil SEM-PLS menunjukkan bahwa pengalaman restrukturisasi sebelumnya merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kesiapan perubahan, diikuti oleh valensi organisasi, sistem komunikasi, dan efikasi diri. Berdasarkan hasil AHP, strategi penguatan sistem komunikasi timbal balik menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kesiapan perubahan. Strategi ini dinilai paling relevan untuk mendukung tahapan perubahan dalam Model Kotter, khususnya dalam membangun pemahaman, keterlibatan, dan konsolidasi perubahan. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan restrukturisasi BRMP memerlukan pengelolaan perubahan yang sistematis berbasis tahapan perubahan organisasi serta penguatan kesiapan pegawai. Temuan penelitian ini memberikan dasar empiris bagi BRMP dan Kementerian Pertanian dalam mengelola restrukturisasi organisasi secara lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus memperkaya kajian manajemen perubahan pada organisasi publik.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172250
Appears in Collections:MT - Economic and Management

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_H2501231065_6c487df214904c389ed730156770b115.pdfCover1.18 MBAdobe PDFView/Open
fulltext_H2501231065_ffe2e805b16c4fc1af0022db699a14a9.pdf
  Restricted Access
Fulltext8.42 MBAdobe PDFView/Open
lampiran_H2501231065_eebc6cbe3aa048ff9fd193beda0863e4.pdf
  Restricted Access
Lampiran1.69 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.