Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172144
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorYulianda, Fredinan
dc.contributor.advisorYulianto, Gatot
dc.contributor.authorFahmi, Rizal
dc.date.accessioned2026-01-19T08:12:27Z
dc.date.available2026-01-19T08:12:27Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172144
dc.description.abstractEkosistem mangrove di Kecamatan Birem Bayeun dan Rantau Selamat memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas ekologi pesisir, namun saat ini menghadapi tekanan akibat pemanfaatan lahan, aktivitas masyarakat, dan kurang optimalnya tata kelola lingkungan. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kualitas ekosistem dan menuntut hadirnya strategi pengelolaan yang adaptif dan berbasis masyarakat melalui pendekatan ekowisata yang berkelanjutan. Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu: (1) menganalisis kondisi ekosistem mangrove serta potensi kawasan untuk pengembangan ekowisata mangrove di Kecamatan Birem Bayeun dan Rantau Selamat, dan (2) menentukan prioritas masalah, solusi, dan strategi pengelolaan ekosistem mangrove berbasis ekowisata. Data dikumpulkan melalui survei lapangan menggunakan plot kuadrat pada tingkat pohon, pancang, dan semai untuk menilai struktur vegetasi melalui Indeks Nilai Penting (INP). Penilaian kesesuaian kawasan dilakukan menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dengan mempertimbangkan variabel biofisik, aksesibilitas, dan kondisi lingkungan. Analisis daya dukung kawasan dihitung berdasarkan kapasitas ruang kunjungan, durasi penggunaan, dan karakteristik lintasan wisata. Data sosial pendukung diperoleh melalui wawancara masyarakat untuk melihat persepsi dan dukungan terhadap pengembangan ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove didominasi oleh Rhizophora sp., Avicennia sp., dan Sonneratia sp. Analisis kesesuaian kawasan menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah penelitian berada pada kategori sangat sesuai (S1) untuk pengembangan ekowisata mangrove, dengan luas mencapai 4.526 ha (99,84%). Daya dukung kawasan juga menunjukkan kapasitas yang memadai untuk aktivitas ekowisata tanpa menimbulkan tekanan ekologis berlebih. Secara keseluruhan, kawasan penelitian memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai ekowisata mangrove berbasis masyarakat, sehingga diperlukan penguatan kelembagaan, pengelolaan adaptif, serta kolaborasi dengan masyarakat untuk keberlanjutan ekosistem. Kata Kunci: Daya Dukung Kawasan, Ekowisata Mangrove, Prioritas Pengelolaan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove Dengan Pendekatan Ekowisata Di Kecamatan Birem Bayeun Dan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timurid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keyworddaya dukung kawasanid
dc.subject.keywordekowisata mangroveid
dc.subject.keywordPrioritas Pengelolaanid
Appears in Collections:MT - Fisheries

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_C2502222026_d4303debf91747e9a160633c99959457.pdfCover746.23 kBAdobe PDFView/Open
fulltext_C2502222026_0d628e2a3abb49ae8cd1e973db572012.pdf
  Restricted Access
Fulltext1.38 MBAdobe PDFView/Open
lampiran_C2502222026_bc67208b8cd44222b36b730f02a5d9be.pdf
  Restricted Access
Lampiran1.08 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.