Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168130| Title: | Kajian Penerapan Strategi Investasi Aktif Di Pasar Modal Indonesia |
| Authors: | Irawan, Tony Andati, Trias Fajri, Salman |
| Issue Date: | 2019 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai penerapan strategi investasi aktif dalam menghadapi perubahan siklus bisnis yang terjadi pada pasar modal Indonesia. Penerapan strategi investasi dalam penelitian ini didasarkan pada beberapa asumsi perubahan alokasi aset. Asumsi ini mengacu pada perubahan yang terjadi pada variabel makroekonomi yang digunakan sebagai indikator siklus bisnis. Indikator siklus bisnis yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel BI rate. Analisis variabel indikator menggunakan Hamilton Filter menunjukkan bahwa variabel BI rate memiliki durasi 1.75 tahun/siklus. Strategi simple rotation menggunakan aset IHSG dan obligasi sebagai komponen pembentuk portfolio, sedangkan sector rotation menggunakan aset indek sektoral sebagai komponen pembentuk portfolio. Penentuan porsi aset di dasarkan pada kondisi siklus bisnis yang dihadapi menggunakan pendekatan model Markowitz dan bantuan Ms. Excel Solver. Komposisi aset pada kondisi trough dalam simple rotation yaitu 98.36% IHSG dan 1.64% Obligasi, sedangkan sector rotation 17.79% JKAGRI, 50.40% JKCONS dan 31.81% JKFINA. Komposisi aset pada kondisi peak dalam simple rotation yaitu 69.65% IHSG dan 30.35% Obligasi, sedangkan sector rotation 0.45% JKAGRI, 57.71% JKCONS, 38.59% JKINFA dan 3.25% JKTRAD. Analisis kinerja portfolio dilakukan untuk mengetahui return yang dihasilkan dari penerapan prosedur strategi investasi aktif di dalam penelitian menggunakan Jensen’s Alpha, Treynor Measure dan Sharpe Ratio. Selanjutnya, dilakukan perbandingan kinerja portfolio aktif dan pasif dengan Graham-Harvey Measure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi simple rotation menghasilkan kinerja optimal dengan nilai sharpe ratio sebesar 27.98% pada penggunaan variabel kurs sebagai indikator perpindahan alokasi aset dengan tindakan perubahan alokasi aset dilakukan pada perubahan pertumbuhan (growth rate) ± 1%. Strategi sector rotation menghasilkan kinerja optimal dengan nilai sharpe ratio sebesar 23.55% pada penggunaan variabel inflasi sebagai indikator perpindahan alokasi aset dengan tindakan perubahan alokasi aset dilakukan pada perubahan pertumbuhan (growth rate) ± 2%. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168130 |
| Appears in Collections: | MT - Business |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| K19SFI.pdf Restricted Access | 1.24 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.