Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167789| Title: | Strategi Diferensiasi Produk Bank Syariah Di Indonesia Melalui Akad-Akad Pembiayaan Kpr Syariah |
| Authors: | Siregar, Hermanto Saptono, Imam Teguh Bachtiar, Muchamad |
| Issue Date: | 2017 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh 3 faktor utama, yaitu: (1) pertumbuhan bank syariah di Indonesia dalam 5 tahun terakhir menunjukkan stagnansi, (2) masyarakat belum dapat merasakan perbedaan manfaat yang signifikan dari keberadaan bank syariah dan (3) kinerja keuangan bank syariah saat ini masih berada di bawah bank konvensional. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa bank syariah saat ini lebih tepat untuk bergerak di sektor pembiayaan retail khususnya perumahan dimana kinerja keuangan bank syariah pada sektor bisnis pembiayaan perumahan menunjukkan dapat bersaing secara kompetitif dengan bank konvensional. Sementara itu, data dari Sarana Multigriya Finansial (SMF) juga menunjukkan tingginya kebutuhan perumahan di Indonesia. Terdapat tiga faktor pendukung mengapa pasar pembiayaan perumahan sangat poyensial, yaitu (1) pada saat ini lebih dari 13 juta rumah tangga belum memiliki rumah sendiri, (2) pertumbuhan penduduk indonesia yang mencapai 1.34% per tahun dan (3) lebih dari 75% rumah baru dimiliki melalui skema KPR baik syariah maupun konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan strategi diferensiasi terbaik bank syariah di Indonesia melalui akad akad pembiayaan KPR Syariah. Setiap akad produk pembiayaan memiliki karakter risiko dan potensi pengembangan bisnis masing masing. Produk dengan akad terpilih diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan pangsa pasar bank syariah, memperbaiki kinerja keuangan dan memberikan manfaat yang lebih baik nasabah. Metode analytical network process (ANP) dengan pembobotan berdasarkan kriteria tertentu digunakan untuk memilih empat produk pembiayaan rumah syariah di Indonesia, yaitu: musharakah mutanaqisah (MMQ), al-ijarah al-muntahiyah bi al-tamlik (IMBT), murabahah wakalah dan murabahah hakiki. Rekomendasi produk disusun berdasarkan beberapa kriteria berdasarkan tingkat kepentingan para pelaku industri pembiayaan perumahan. Pelaku tersebut meliputi bank, developer perumahan, nasabah dan regulator. Bank mempertimbangkan kriteria profitabilitas, citra bank, manajemen risiko, pertumbunan pangsa pasar, kesiapan sumber daya manusia dan peningkatan dana pihak ketiga. Developer perumahan menetapkan faktor penurunan risiko bisnis, potensi ekspansi bisnis dan potensi penurunan pendapatan. Nasabah mempunyai kriteria harga yang kompetitif, aspek layanan dan prinsip syariah. Sedangkan regulator mempertimbangkan kriteria potensi terjadinya insider trading, risiko bisnis bank dan risiko inventory. Hasilnya menunjukkan bahwa murabahah hakiki adalah produk yang direkomendasikan dengan nilai bobot tertinggi. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167789 |
| Appears in Collections: | MT - Business |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| 21EKMBR.pdf Restricted Access | 2.22 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.