Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161119
Title: Aktivitas Inhibisi Alfa-Glukosidase dari Seduhan Bubuk Daun Pulai (Alstonia scholaris (L.) R.Br.) Sebelum dan Setelah Pencernaan In Vitro
Other Titles: 
Authors: Prangdimurti, Endang
Palupi, Nurheni Sri
Rumaisho
Issue Date: 2025
Publisher: IPB University
Abstract: RINGKASAN RUMAISHO. Aktivitas Inhibisi Alfa-Glukosidase dari Seduhan Bubuk Daun Pulai (Alstonia scholaris (L.) R.Br.) Sebelum dan Setelah Pencernaan In Vitro. Dibumbing oleh ENDANG PRANGDIMURTI dan NURHENI SRI PALUPI, Diabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme karbohidrat. Diabetes mellitus yang umum terjadi terbagi menjadi 2 tipe yaitu tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh defisiensi insulin, sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin sehingga menyebabkan hiperglikemia. Salah satu cara untuk mengurangi jumlah glukosa yang dapat diserap ke dalam darah dapat dilakukan dengan cara menghambat enzim alfa-glukosidase yang berperan mengubah disakarida/oligosakarida menjadi glukosa. Pengobatan diabetes biasa menggunakan akarbose yang dapat menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase, namun akarbose dapat menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, migrain, anemia dan pingsan. Salah satu pendekatan yang menarik perhatian adalah pengembangan pangan fungsional berbasis minuman seduhan bubuk daun pulai yang dapat dikembangkan sebagai minuman fungsional dengan potensi antidiabetes. Pulai mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Beberapa senyawa dari kelompok tersebut diketahui dapat menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase, sehingga bisa digunakan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan total fenolik, total flavonoid dan aktivitas inhibisi enzim alfa-glukosidase sebelum dan setelah pencernaan in vitro, serta memperoleh waktu penyeduhan terbaik dalam penghambatan aktivitas enzim alfa-glukosidase dari seduhan bubuk daun pulai. Penyeduhan bubuk daun pulai dilakukan selama 5, 10, 15, 20, dan 25 menit menggunakan air mendidih. Setelah melalui pencernaan in vitro, total fenolik, total flavonoid dan aktivitas inhibisi alfa -glukosidase mengalami penurunan yang besar. Hasil penyeduhan bubuk daun pulai selama 20 menit menunjukkan total fenolik dan total flavonoid yang tertinggi, baik pada kondisi sebelum pencernaan (total fenolik 34,44 mg GAE/g dan total flavonoid 10,34 mg QE/g), maupun setelah pencernaan (total fenolik 8,93 mg GAE/g dan total flavonoid 2,84 mg QE/g). Aktivitas inhibisi alfa- glukosidase yang tertinggi diperoleh dari hasil seduhan selama10 menit (97,50%) untuk kondisi sebelum dicerna, dan seduhan selama 15 menit (72,69%) untuk kondisi setelah dicerna in vitro. Berdasarkan kondisi setelah melalui pencernaan in vitro, lama penyeduhan yang terbaik adalah 15 menit untuk aktivitas inhibisi alfa- glukosidase, dan 20 menit untuk kadar total fenolik dan flavonoid. Kata kunci: alfa-glukosidase, daun pulai, diabetes mellitus, fenolik, pencernaan in vitro
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161119
Appears in Collections:MT - Agriculture Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_F2501212053_50a7778abdb442d891b5f8b84ef7a070.pdfCover1.07 MBAdobe PDFView/Open
fulltext_F2501212053_ba9403a1ffc8444684cdeb02be4432a8.pdf
  Restricted Access
Fulltext1.66 MBAdobe PDFView/Open
lampiran_F2501212053_2c9e3274a22b4e6bbd0d21aff24fd9bb.pdf
  Restricted Access
Lampiran644.42 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.