Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/157568
Title: Efektivitas Penggunaan Jumlah Kincir Air pada Padat Tebar Berbeda di Tambak Udang Vaname Litopenaeus vannamei
Other Titles: Effectiveness of Using the Number of Paddlewheels at Different Stocking Densities in Vaname Shrimp Farms Litopenaeus vannamei
Authors: Hendriana, Andri
PRAMUDYO, DJAMOES IRMAN
Issue Date: 2024
Publisher: IPB University
Abstract: Budidaya udang vaname dengan kepadatan tinggi sering menghadapi masalah seperti udang stres dan penurunan kualitas air yang mengakibatkan kegagalan budidaya. Masalah kegagalan budidaya dapat diatasi salah satunya dengan pergantian air dan pengaplikasian kincir air. Tujuan magang khusus ini untuk mengevaluasi perlakuan penggunaan kincir air pada padat penebaran yang berbeda. Perlakuan terdiri dari padat tebar 100 ekor m-2 menggunakan 4 kincir air (K4) dan perlakuan padat dan padat tebar 500 ekor m-2 menggunakan 6 kincir air (K6). Parameter yang diamati meliputi kinerja produksi, pertumbuhan (ABW, ADG, SGR), kelangsungan hidup, dan kualitas air (pH, suhu, DO, salinitas). Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan udang vaname terbaik didapat pada perlakuan K6 dengan rata-rata ABW 5,78 g ekor-1 dan ADG sekitar 0,36 g hari-1. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan K4 sebesar 88,5% dan parameter kualitas air yang diperoleh termasuk dalam kategori optimal sesuai baku mutu. Aplikasi kincir sangat penting dalam membantu pelaksanaan budidaya udang vaname, namun dikarenakan penggunaan padat tebar yang terlalu tinggi dapat mengganggu jalannya budidaya sehingga menyebabkan produksi yang kurang maksimal.
High-density vaname shrimp farming often faces problems such as shrimp stress and decreased water quality resulting in farm failure. The problem of culture failure can be overcome by one of them by changing water and applying paddlewheels. The purpose of this particular internship was to evaluate the treatment of using paddlewheels at different stocking densities. The treatments consisted of a stocking density of 100 fish m-2 using 4 paddlewheels (K4) and a solid treatment and stocking density of 500 fish m-2 using 6 paddlewheels (K6). Parameters observed included production performance, growth (ABW, ADG, SGR), survival, and water quality (pH, temperature, DO, salinity). The results showed that the best vaname shrimp growth was obtained in treatment K6 with an average ABW of 5,78 g tail-1 and ADG of about 0,36 g day-1. The highest survival rate was found in treatment K4 at 88,5% and the water quality parameters obtained were included in the optimal category according to quality standards. The application of paddlewheels is very important in helping the implementation of vaname shrimp farming, but due to the use of stocking densities that are too high can disrupt the course of cultivation, causing less than optimal production.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/157568
Appears in Collections:UT - Technology and Management of Applied Aquaculture Hatchery

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_J0308201062_0095fa51993b43e29f87fe0fa2cd1b1b.pdfCover304.6 kBAdobe PDFView/Open
fulltext_J0308201062_7b561691974f499fb516d600113c3581.pdf
  Restricted Access
Fulltext717.6 kBAdobe PDFView/Open
lampiran_J0308201062_32cbc9ff933448b7b96e52c70e4a1aba.pdf
  Restricted Access
Lampiran884.24 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.