Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152890
Title: Pengaruh Frekuensi Pencucian dan Lama Penyimpanan Surimi pada Suhu Beku terhadap Mutu Produk Bakso Ikan Jangilus (Istiophorus sp.).
Authors: Nitibaskara, Rudy R.
Ibrahim, Bustami
Uju
Issue Date: 1999
Publisher: IPB University
Abstract: Bakso merupakan produk makanan yang sudah populer di Indonesia. Pada umumnya bakso dibuat dari daging sapi, tetapi dapat pula dibuat dari berbagai jenis daging termasuk daging ikan. Bahan intermediet yang dibutuhkan dalam pembuatan bakso ikan adalah daging giling (surimi). Selain kualitas bahan baku, faktor pencucian juga berpengaruh dalam pembentukan gel, yang meliputi cara pencucian, perbandingan antara daging dengan air, jumlah frekuensi pencucian dan suhu air (Lee, 1994). Tujuan proses pencucian adalah untuk menghilangkan komponen larut air, lemak, darah dan untuk meningkatkan kekuatan gel dan memperbaiki penampakan. Berdasarkan hal diatas pencucian dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menggantikan bahan pengenyal seperti boraks dan bahan pemucat seperti H2O2 dan bahan-bahan additive lainnya yang dapat membahayakan kesehatan. Untuk menjaga kelangsungan produksi suatu produk maka ketersediaan bahan baku harus tetap dijaga. Salah satu metode pengawetan yang paling baik dan aman untuk mempertahankan kesegaran produk adalah penyimpanan beku. Surimi memiliki daya simpan yang relatif lebih lama dan lebih ekonomis dibandingkan dengan penyimpanan ikan dalam bentuk utuh yang dibekukan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh frekuensi pencucian dan lama penyimpanan surimi pada suhu beku terhadap kualitas fisik dan penerimaan organoleptiknya. Penelitian pendahuluan dilakukan dengan cara menggabungkan fomulasi frekuensi pencucian surimi (C) dengan konsentrasi tepung tapioka (T). Konsentrasi tepung yang digunakan sebesar 10%, 15% dan 20%, sedangkan frekuensi pencucian terdiri dari 0, 1, 2, 3 dan 4 kali. Penelitian utama dilakukan dengan memfokuskan frekuensi pencucian pada surimi dan penyimpanan surimi pada suhu -15 °C selama 1, 2, 3, dan 4 minggu. Analisa yang dilakukan pada produk akhir meliputi uji pH, kadar air, kadar protein, derajat kecerahan, kekuatan gel, uji pelipatan dan uji organoleptik kesukaan atau perbandingan berpasangan. Penelitian dilakukan di Jurusan Pengolahan Hasil Perikanan dan Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB. ...
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152890
Appears in Collections:UT - Aquatic Product Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
C99uju.pdf
  Restricted Access
Fulltext1.25 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.