Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142686
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSuhartono, Maggy T.-
dc.contributor.authorBudihardjo, Juto-
dc.date.accessioned2024-03-21T01:04:50Z-
dc.date.available2024-03-21T01:04:50Z-
dc.date.issued1993-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142686-
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri penghasil protease yang diisolasi dari sampah, serta menelaah aktivitas protease selama fermentasi pada media limbah cair tahu dengan suplementasi beberapa sumber karbon dan nitrogen. Penelitian ini terdiri dari tahap isolasi dan identifi­kasi, optimasi fermentasi menggunakan inkubator bergoyang serta fermentasi menggunakan fermentor untuk media yang paling optimum. Isolasi mikroba termofil dilakukan berdasarkan metode Kubo et al (1988) yang telah dimodifikasi. Mikroba yang didapat memiliki ciri-ciri sebagai berikut: sel berbentuk batang, gram positif, bentuk spora bulat, bersifat motil, aerob, katalase negatif dan dapat tumbuh pada suhu 65 ° C. Berdasarkan telaah morfologi dan has ii respon fisiologis/biokimiawi, maka diambil kesimpulan bahwa bakteri tersebut adalah Bacillus stearothermophilus. Bakteri tersebut tumbuh pada suhu 55 ° C dan tidak tumbuh pada suhu 37° C, sehingga dalam proses optimasi fermentasi digunakan suhu inkubasi 55° C. Bacillus stearothermophilus yang berhasil diisolasi dalam penelitian ini dapat menghasilkan enzim protease dalam media sintetik, namun aktivitasnya sangat kecil yaitu pada jam ke-40 sebesar 2.9 unit/ml (0.69 unit/106 sel). Penam­bahan !casein pada konsentrasi 0.25 % dan 0.5 % tidak menginduksi sintesa protease, tetapi dapat meningkatkan jumlah sel. Dalam fermentasi menggunakan media LCT, ditambahkan berbagai sumber !carbon dan nitrogen untuk melihat pengaruhnya terhadap protease yang diha­silkan. Penambahan kasein pada konsentrasi 0.25 % dan 0.5 % tidak mengin­duksi sintesa protease. Aktivitas tertinggi dihasilkan pada media LCT pada jam ke-40 yaitu sebesar 3 .4 unit/ml (0.45 unit/106 sel). Penambahan skim sampai pada konsentrasi 1.0 % dapat menginduksi sintesa protease, tetapi pada konsentrasi skim di atas 1.0 % malah menghasilkan efek represi. Pada konsentrasi skim 1.0 % didapat aktivitas protease maksimum 3.6 unit/ml padajam ke-48 (0.41 unit/107 sel), pada konsentrasi skim 3.0 % didapat aktivitas protease maksimum 0.7 unit/ml pada jam ke-60 (0.02 unit/107 sel) dan pada media LCT tanpa penambahan skim didapat aktivitas protease maksimum 0.7 unit/ml pada jam ke-24 (0.21 unit/107 sel). Penambahan skim dapat meningkatkan jumlah sel di mana makin banyak skim yang ditambahkan maka jumlah sel yang dihasilkan semakin tinggi. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleTelaah fermentasi Bacillus stearothermophillus yang diisolasi dari limbah rumah tanggaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
Appears in Collections:UT - Food Science and Technology

Files in This Item:
File SizeFormat 
F93jbu.pdf
  Restricted Access
19.5 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.