Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142468| Title: | Mempelajari peranan sistein, ribosa dan metil linoleat dalam pembentukan komponen flavor daging ayam |
| Authors: | Apriyantono, Anton Maulana, Agus Ahmad |
| Issue Date: | 1997 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Daging ayam merupakan salah satu bahan pangan yang banyak disukai karena nilai gizi dan karakter sensorinya. Karakter sensori daging ayam ditentukan oleh komposisi komponen flavornya yang diantaranya dibentuk oleh prekursor-prekursornya yaitu gula, protein dan lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peranan ribosa, sistein dan metil linoleat serta interaksinya dalam pembentukan komponen flavor daging ayam dengan mengamati komposisi komponen volatil yang dihasilkan. Penelitian yang dilakukan meliputi pemanasan (121°C, selama 30 menit) sistem model dalam dua media, yaitu media aqueous (buffer fosfat 0.2 M. PH 5.6) dan media daging ayam. Sistem model terdiri dari daging ayam sebanyak 300 gr atau tanpa daging ayam, dengan atau tanpa penambahan prekursor metil linoleat, sistein, dan ribosa, baik secara sendiri-sendiri, kombinasi dua prekursor atau ketiganya secara bersamaan. Komponen volatil yang terbentuk diekstrak dengan alat ekstraksi-distilasi Likens-Nickerson selama 2 jam dengan menggunakan 50 ml dietll eter sebagai pelarut. Ekstrak volatil yang dihasilkan kemudian dipekatkan, lalu diidentifikasi dengan alat Kromatograf Gas-Mass Spektrometer (GC-MS) secara kualitatif berdasarkan perbandingan spektra massa dan nilai LRI (Linear Retention Index) dan secara kuantitatif dengan menggunakan standar internal 1,4-diklorobenzena. Dari hasil penelitian pendahuluan diperoleh kandungan asam linoleat (C18:2) daging ayam adalah 376 mg/100gr daging ayam, sehingga pada sistem model digunakan 1.13 gr metil linoleat/300 gr daging ayam untuk melihat pengaruhnya terhadap pembentukan komponen flavor daging ayam. Pemanasan sistein dalam media aqueous (buffer fosfat 0.2 M. pH 5.6) cukup banyak menghasilkan komponen volatil heterosiklik, seperti 3,5-dimethyl- 1,2,4-trithiolane. Dibandingkan dengan pemanasan daging ayam saja, sistem model sistein dengan media daging ayam, meningkatkan kuantitas 2-methyl-3- pentanethiol disamping teridentifikasi komponen lainnya yaitu 5-methyl- 2(5H)thiophenone. 3,5-dimethyl-1,2,4-trithiolane, dan cyclopentanethiol. Pemanasan ribosa dalam media aqueous hanya menghasilkan komponen 2-furancarboxaldehyde. Dalam media daging ayam, penambahan ribosa tidak meningkatkan 2-furanmethanethiol tetapi membentuk komponen 4-mercapto-2-methylfuran... |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142468 |
| Appears in Collections: | UT - Food Science and Technology |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| F97AAM.pdf Restricted Access | 19.77 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.