Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142411
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAndarwulan, Nuri
dc.contributor.advisorRungkat Z., Fransiska
dc.contributor.authorHalimah, Pupung
dc.date.accessioned2024-03-19T06:56:28Z
dc.date.available2024-03-19T06:56:28Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142411
dc.description.abstractDari hasil penelitian terdahulu diketahui bahwa ekstrak antiol:sidan yang diuji dari daun sirih dengan menggunakan metode tiosianat, mempunyai aktivitas antioksidan tiga kali lebih besar dari BHA (Butylated Hydrxianisol) pada konsentrasi 200 ppm. Uji in vivo pada tikus menunjukkan bahwa pada dosis tinggi, ekstrak antioksidan ini dapat menyebabkan kerontokan rambut pada minggu ketujuh dan secara in vitro menghambat proliferasi sel limfosit tikus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui batas aman penggunaan dari ekstrak antioksidan daun siril pada dosis rendah dengan menggunakan tikus percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan tubuh dan organ-organ tikus dan terhadap proliferasi sel limfosit in vitro. Ekstrak antioksidan daun sirih diperoleh dengan cara mengekstrak daun sirih hija kering beku dengan etanol. Sebelum diekstrak daun sirih hijau kering beku dihilangkan dulu baunya dengan menggunakan destilasi uap. Ekstrak yang didapat ke nudian dipekatkan dengan evaporator. Ekstrak antioksidan daun sirih tersebut dicampurkan kedalam air minum dan diberikan pada tikus jenis Wistar. Dosis antioksidan daun sirih yang diberikan pada air minum tikus sebesar 0 ppm (kelompok 1), 25 ppm (kelompok II), 50 ppm (kelompok III), 100 ppm (kelompok IV), 150 ppm (kelompok V), dan 200 ppm (kelompok VI). Jumlah ekstrak yang ditambahkan dalam air minum dihitung berdasarkan perbandingan jumlah ekstrak antioksidan terhadap berat lemak diet yang diberikan pada tikus percobaan pemberian ekstrak dalam air minum dilakukan selama 112 hari secara ad libitum. Setiap hari dilakukan penimbangan berat badan, jumlah ransum, pengukuran air minum dan sisanya. Pengamatan terhadap kerontokan rambut dan kerusakan kulit dilakukan setiap minggu. Pada akhir periode penelitian dilakukan uji toksisitas melalui pengamatan dan penimbangan terhadap organ-organ tikus yang meliputi hati, ginjal, dan pankreas yang dinyatakan dalam berat relatif. Selanjutnya ..
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleMempelajari keamanan antioksidan daun sirih (piper betle L.) dosis rendah pada pertumbuhan tikus dan proliferasi limfositid
Appears in Collections:UT - Food Science and Technology

Files in This Item:
File SizeFormat 
F97PHA.pdf
  Restricted Access
16.76 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.