Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141906Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Jenie, Betty Sri Laksmi | - |
| dc.contributor.author | Wjanadi, Albertus | - |
| dc.date.accessioned | 2024-03-15T03:02:21Z | - |
| dc.date.available | 2024-03-15T03:02:21Z | - |
| dc.date.issued | 1996 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141906 | - |
| dc.description.abstract | Aflatoksin adalah suatu jenis mikotoksin yang paling berbahaya. Ada atau tidaknya aflatoksin pada jamu bubuk belum pernah diuji dengan menggunakan HPLC. Dari hasil penelitian ini telah dikembangkan metode HPLC untuk penentuan aflatoksin pada jamu bubuk. Ekstraksi dan pembersihan dilakukan dengan metode Moerck et al. (1980). Jamu bubuk diekstraksi dengan aseton air (85+15), diikuti dengan pembersihan menggunakan Silica SEP-PAK cartridge. Ekstrak akhir dilarutkan dalam metanol. Analisis dengan HPLC dilakukan pada kondisi: 1) kolom RP 18, 2) fase gerak metanol asetonitril air (20:20:60). 3) detektor fluoresen, dengan panjang gelombang emisi 455 nm dan eksitasi 365 nm. Dengan sistem tersebut elusi akan selesai dalam waktu sekitar 13 menit, dengan urutan G₂, G, B, dan B. Dari 5 merk jamu bubuk yang diperiksa kandungan aflatoksinnya, hanya merk AM yang tidak mengandung aflatoksin. Empat merk lainnya (SM, MR, JJ dan NM) mengandung aflatoksin antara 4530 ppb. Konfirmasi adanya aflatoksin ini dilakukan dengan cara mereaksikan ekstrak sampel dengan Trifluoro Acetic Acid, dengan perbandingan volume 1:1, lalu dianalisis dengan HPLC. Kondisi HPLC yang digunakan untuk analisis hasil derivatisasi ini adalah: 1) kolom RP 18, 2) fase gerak metanol asetonitril: asam asetat 5%, 3) detektor fluoresen pada panjang gelombang emisi 425 nm dan eksitasi 360 nm. Aflatoksin G, dan B, pada ekstrak sampel berubah menjadi aflatoksin B₂, dan G2 meskipun pemisahannya belum sempurna. Dipelajari pula kemungkinan mendestruksi aflatoksin pada jamu bubuk meng- gunakan Na-bisulfit. Namun efektivitas perlakuan tersebut belum dapat diketahui, karena analisis aflatoksin setelah perlakuan, yang juga dilakukan dengan menggunakan HPLC belum dapat menghasilkan pengukuran yang tepat dan teliti. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Studi metode analisis aflatoksin pada jamu bubuk dengan HPLC dan destrulsinya dengan natrium bisulfit | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| Appears in Collections: | UT - Food Science and Technology | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| F96AWI.pdf Restricted Access | 3.68 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.