Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141901Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Soekarto, Soewarno T. | - |
| dc.contributor.advisor | Nurtama, Budi | - |
| dc.contributor.author | Halim, Bellah | - |
| dc.date.accessioned | 2024-03-15T02:49:23Z | - |
| dc.date.available | 2024-03-15T02:49:23Z | - |
| dc.date.issued | 1995 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141901 | - |
| dc.description.abstract | Lada merupakan salah satu tanaman rempah terpenting yang memberikan devisa bagi Indonesia sebagai salah satu produsen utama Lada, khususnya lada putih dan lada hitam (Wahid et. al, 1989). Perkembangan pemasaran lada ekspor Indonesia pada beberapa tahun belakangan ini banyak mengalami "claim" atau penahanan dari FDA. Alasan penahanan antara lain adalah karena terdapatnya cemaran mikroorganisme, jamur, kotoran serangga dan kotoran tikus, tingginya kadar air dan penurunan kadar minyak atsiri yang dikandungnya. Pengeringan dengan sinar matahari seringkali mengha- silkan lada dengan mutu kadar air yang belum memenuhi syarat, sedangkan pengeringan dengan menggunakan mesin pengering dapat menurunkan mutu kandungan minyak atsirinya bila suhu pengeringan kurang terkontrol dengan baik. Upaya pengeringan secara absorpsi dengan kapur api diterapkan untuk memperbaiki kualitas lada kering yang dihasilkan terutama dalam memenuhi standar mutu kadar air dan mempertahankan mutu minyak atsiri yang dikandung biji lada. Manfaat penelitian ini ditujukan kepada petani lada dan para eksportir agar dapat memanfaatkan batu kapur sebagai salah satu alternatif bahan pengering lada dalam menghasilkan produk lada yang baik dan memenuhi kriteria ekspor. Laju pengeringan lada segar lebih besar daripada lada kering petani jika dikeringkan dengan metode absorpsi dan dengan metode oven. Penurunan kandungan minyak atsiri lada segar dan lada kering petani yang dikeringkan dengan metode absorpsi lebih rendah dibandingkan dengan metode oven dan perbedaan ini berbeda nyata. Laju pengeringan lada segar menggunakan metode ab- sorpsi dengan 2 rak pengering lebih cepat dibandingkan dengan 1 rak pengering. Penurunan kandungan minyak atsiri lada selama pengeringan berlangsung untuk kedua perlakuan ini tidak berbeda nyata. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pengeringan biji lada(Piper nigrum Linn) secara absorsi dengan kapur api(CaO) | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| Appears in Collections: | UT - Food Science and Technology | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| F95BHA.pdf Restricted Access | 13.45 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.