Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141876Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Haryadi, Yadi | - |
| dc.contributor.author | Maryam, Rina | - |
| dc.date.accessioned | 2024-03-15T01:56:40Z | - |
| dc.date.available | 2024-03-15T01:56:40Z | - |
| dc.date.issued | 1995 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141876 | - |
| dc.description.abstract | Buah tomat merupakan produk hortikultura yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Buah tomat selain untuk konsumsi dalam negeri juga telah diekspor ke beberapa negara yaitu Singapura, Malasyia, Hongkong, dan Brunai. Oleh sebab itu untuk tujuan distribusi jauh atau penyimpanan lebih lama diperlukan pengetahuan tentang pengawetan segar buah tomat, salah satu caranya adalah dengan pelilinan. Beberapa keuntungan dari pelilinan adalah kematangan buah dapat ditunda, harganya murah dan teknik penerapannya mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelilinan dan penggunaan fungisida sebagai penghambat kerusakan buah tomat akibat kapang serta mempelajari perubahan sifat fisiko kimianya selama penyimpanan. Perlakuan yang diterapkan yaitu lama penyimpanan selama 0, 4, 8, 12, 16 dan 20 hari. Perlakuan yang kedua adalah tingkat konsentrasi emulsi lilin yang digunakan yaitu 9%, 10% dan 11 %. Parameter yang diamati adalah kekerasan, warna, kadar gula pereduksi, kadar vitamin C, total asam, laju respirasi dan karakteristik organoleptik dengan menggunakan uji hedonik yang meliputi warna, kesegaran, kekerasan dan warna. Pengamatan dilakukan terhadap tomat yang diberi perlakuan pelilinan maupun tomat yang tidak diberi perlakuan pelilinan (kontrol). Makin lama waktu penyimpanan maka kadar vitamin C, gula pereduksi dan warna tomat mengalami peningkatan. Kekerasan dan total asam mengalami penurunan dengan makin lamanya penyimpanan. Pelilinan dapat menghambat laju respirasi buah tomat selama penyimpanan, sehingga kematangan buah dapat dihambat. Pemberian Fungisida Benlate 50 dapat mereduksi jumlah kapang tomat menjadi 1/5000 kali dibanding kontrol pada awal penyimpanan. Nilai kesukaan terhadap warna, rasa, kesegaran dan kekerasan menunjukkan bahwa pelilinan 9% dan 10% lebih disukai dibandingkan dengan pelilinan 11%. Konsentrasi emulsi lilin yang paling baik untuk pelilinan buah tomat adalah 9% dan 10%, di mana pada konsentrasi tersebut buah tomat masih layak dikonsumsi sampai 16 hari penyimpanan. Sementara tomat tanpa pelilinan (kontrol) sudah tidak dapat diterima panelis setelah 12 hari penyimpanan. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pengaruh pelapisan lilin berfungisida dan lam penyimpanan terhadap sifat fisiko kimia tomat(Lycopersicum esculentum Mill) | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| Appears in Collections: | UT - Food Science and Technology | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| F95RMA.pdf Restricted Access | 10.14 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.