Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141375
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorDamardjati, D. S.-
dc.contributor.advisorWirakartakusumah, A.-
dc.contributor.authorSoelistijo, Kawahjo Adi-
dc.date.accessioned2024-03-13T01:36:16Z-
dc.date.available2024-03-13T01:36:16Z-
dc.date.issued1989-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141375-
dc.description.abstractMakanana sapihan merupakan bahan makanan yang diberikan kepada anak di atas 6 bulan, biasanya diberikan sebagai pelengkap ASI atau PASI. Makanaan sapihan dibuat dari campuran beberapa bahan makanan dalam perbandingan tertentu yang kadar gizinya tinggi. Makanan sapihan paling tidak harus mengandung protein sebesar 20 persen dengan nilai NPUnya minimal 60 dan PER tidak kurang dari 2.1. Makanan sapihan dalam penelitian ini di buat dari beras dan kedelai yang disuplementasi dengan kacang gude (Cajanus cajan) dengan menggunakan metode pengolahan sangrai. Perlakuan yang digunakan adalah jenis. gude yang meliputi gude kuning dan gude hitam, jumlah penambahan gude yaitu sebanyak 15 dan 30 persen, serta cara pengolahan sangrai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat-sifat fisik, gizi, mikrobiologi dan sifat-sifat amilografi serta mutu organoleptik dari produk yang dihasilkan dengan metode pengolahan sangrai. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pengolahan tepung BMC dengan metode sangrai akan memperbaiki densitas Kamba (kontrol; 0.46; sangrai: 053 g/ml) mutu mikrobiologi (k: 2.3 x 105, s: 1.05 X 105 dan tekstur bubur (setelah dingin) yang ditunjukkan dengan penurunan nilai setback viskosity (k: 211, s:170.08 BU), tetapi akan menurunkan derajat putih tepung (k:67.07, s: 59.02 persen), menyebabkan bubur lebih sulit dimasak, yang diperlihatkan dengan kenaikan suhu gelatinisasi (k: 77.55, S: 80.28 °C) dan, menurunkan daya cerna protein in vitro (k: 80.30, s: 77.48 persen). Sedangkan daya serap air, kandungan proksimat dan sifat organoleptik tidak dipengaruhi oleh penyangraian. Penambahan gude kuning jika dibandingkan dengan gude hitam menyebabkan tepung BMC mempunyai derajat putih yang lebih tinggi (GH: 62.86, GK: 63.23 persen) daya cerna protein yang lebih baik (GH: 77.88, GK: 79.91 persen), lebih…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPembuatan makanan sapihan dari beras dan kedelai dengan suplementasi kacang gude (Cajanus cajan)id
dc.titlePembuatan makanan sapihan dari beras dan kedelai dengan suplementasi kacang gude (Cajanus cajan)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
Appears in Collections:UT - Food Science and Technology

Files in This Item:
File SizeFormat 
F89kas.pdf
  Restricted Access
17.59 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.