Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141348
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorYasni, Sedarnawati-
dc.contributor.advisorSulaksono, Edhie-
dc.contributor.authorKurniasih, Elfi-
dc.date.accessioned2024-03-13T01:05:48Z-
dc.date.available2024-03-13T01:05:48Z-
dc.date.issued1997-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141348-
dc.description.abstractPara ahli sepakat bahwa terdapat korelasi positif antara penyakit degeneratif dengan kandungan kolesterol. Melihat kenyataan di atas maka sejak tahun 80-an, WHO menganjurkan agar masyarakat memanfaatkan buah dan sayur untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Salah satu manfaat buah dan sayur adalah menurunkan kadar kolesterol. Pengolahan buah dan sayur menjadi minuman yang digemari menjadi hal yang penting saat ini, untuk dapat mengurangi pengaruh negatif dari kecendrungan terhadap soft drink sekaligus memanfaatkan kelebihan dari buah dan sayur dalam memelihara dan menjaga kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pembuatan minuman kesehatan belimbing manis, mencari formulasi terbaik dari formulasi yang diuji dan membuktikan khasiat minuman, terutama pengaruhnya terhadap penurunan kadar kolesterol, trigliserida dan HDL serum darah dan hati tikus Sprague dawley. Penelitian ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu penelitian pendahuluan dan utama. Pada penelitian pendahuluan dilakukan analisa kimia terhadap bahan dasar dan pemilihan formulasi terbaik. Pada penelitian utama dilakukan pengamatan terhadap perubahan sifat-sifat fisik minuman selama penyimpanan dan pengujian khasiat melalui tikus percobaan. Analisa kimia terhadap bahan dasar (a) belimbing manis jenis wulan menghasilkan kadar air sebesar 89,81% (wb), kadar vitamin C 11,14 mg asam askorbat/100 gr bahan, kadar serat kasar 1,38% (wb) dan kadar dietary fiber 17,94% (db), (b) jahe: kadar air 85,91% (wb), kadar serat kasar 1,58% (wb) dan kadar dietary fiber 37,45% (db), (c) jeruk lemon: kadar vitamin C 19,80 mg asam askorbat/100 gr bahan. Dari empat formulasi yang diujikan dihasilkan satu formulasi terbaik yaitu yang terdiri dari 250 gram belimbing, 20 ml sari jeruk lemon, 40 ml madu, 50 ml sari jahe dan 250 ml air. Secara statistik tidak terdapat perbedaan warna, aroma dan penerimaan umum pada empat formulasi. Namun dari segi rasa terdapat perbedaan nyata diantara formulasi yang diuji. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sari jahe sangat dominan dalam menentukan tingkat kesukaan. Makin rendah sari jahe yang ditambahkan, maka keberadaan bahan lain makin terasa (belimbing: manis, sepat; jeruk lemon: asam dan madu:manis). Selama masa penyimpanan terjadi penurunan pH dan total asam tertitrasi dari minuman. Tidak terlihat perubahan pada total padatan...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKajian pembuatan minuman kesehatan belimbing manis dan pengaruhnya terhadap penurunan kadar kolesterol, trigliserida dan HDL, serum darah dan hati tikus Sprague Dawleyid
dc.typeUndergraduate Thesisid
Appears in Collections:UT - Food Science and Technology

Files in This Item:
File SizeFormat 
F97eku.pdf
  Restricted Access
28.09 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.