Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139770| Title: | Pengaruh penambahan lilin lebah(beeswax) terhadap karakteristik edible film dari protein bungkil kedelai dan carboxymethylcellulose dengan polietilen glikol sebagai plasticizer |
| Authors: | Hasbullah, Rokhani Fardiaz, Dedi Hendrata, Priscilla Aryani |
| Issue Date: | 1997 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Penggunaan plastik sebagai bahan pengemas menimbulkan masalah terhadap lingkungan. Untuk itu diperlukan adanya bahan pengemas yang bersifat ramah lingkungan dan praktis penanganannya. Jenis kemasan yang sesuai untuk itu adalah edible film, yaitu suatu lembaran (film) yang memiliki penampakan seperti plastik, tetapi dapat dimakan (edible) sehingga dapat digunakan sebagai pengemas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula edible film dari protein bungkil kedelai, carboxymethylcellulose (CMC), dan polietilen glikol (PEG) dengan karakteristik yang baik serta untuk melihat pengaruh penambahan lilin lebah terhadap karakteristik fisik dan kimia edible film tersebut. Faktor yang diamati adalah konsentrasi CMC dan konsentrasi lilin lebah. CMC yang digunakan terdiri dari 2 taraf (1.00% dan 1.25%), sedangkan lilin lebah terdiri dari 3 taraf (0.1%, 0.3%, dan 0.5%). Bungkil kedelai adalah ampas yang tersisa setelah kacang kedelai diekstrak minyaknya, yang masih mengandung protein tinggi dengan komposisi asam amino esensial yang tidak berbeda. Carboxymethylcellulose (CMC) adalah turunan selulosa yang diberi perlakuan NaOH dan CICH COOH membentuk suatu eter. CMC memiliki kemampuan membentuk film yang jernih dan resisten terhadap minyak dan pelarut organik. Polietilen glikol adalah polimer adisi dari etilen glikol yang digunakan sebagai plasticizer, yaitu suatu komponen yang mampu mengatasi sifat rapuh film yang disebabkan oleh kekuatan intermolekuler ekstensif. Lilin lebah adalah hasil metabolisme lebah madu yang disekresikan dari kelenjar lilin lebah pekerja, mengalami proses pengunyahan dan digunakan untuk membentuk sarang. Teksturnya keras, dengan titik leleh sekitar 64°C, namun menjadi plastis dan berbentuk butiran kecil yang tidak berkristal jika dihancurkan. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139770 |
| Appears in Collections: | UT - Food Science and Technology |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| F97PAH.pdf Restricted Access | 24.29 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.