Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139146Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Hubeis, Musa | - |
| dc.contributor.author | Astanarini, Triani | - |
| dc.date.accessioned | 2024-02-20T04:27:11Z | - |
| dc.date.available | 2024-02-20T04:27:11Z | - |
| dc.date.issued | 1998 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139146 | - |
| dc.description.abstract | PT Sucofindo memiliki peranan penting sebagai badan yang menerima dan mengawasi mutu bahan makanan yang akan diekspor dan dijual ke pasaran. Oleh karena itu, laboratorium PT Sucofindo memerlukan standarisasi dalam memberikan jaminan mutu hasil analisa laboratoriumnya, melalui kegiatan akreditasi. Tujuan magang di laboratorium PT Sucofindo adalah untuk mengetahui cara analisa bahan pangan dalam laboratorium, terutama tentang penyusunan pengendalian mutu hasil analisa bahan pangan. Dalam kegiatan magang ini diamati keadaan laboratorium makanan-minuman dan alur manajemen laboratorium yang berkaitan dengan mutu hasil analisa. Pengamatan tersebut dilakukan dengan cara pengamatan langsung di lapangan, wawancara, praktek kerja dan studi pustaka. Selama kegiatan magang berlangsung dilakukan pengamatan terhadap titik kendali kritis dalam bidang operasi dan manajemen operasi laboratorium. Dari titik kendali kritis tersebut dapat ditentukan cara pengontrolan atau pengendaliannya, dengan demikian mutu hasil analisa laboratorium makanan-minuman dapat diandalkan. Pengendalian mutu dalam bidang operasi dititikberatkan pada bagian metode analisa, keadaan alat dan bahan kimia serta kemampuan analis. Dalam metode analisa ditentukan titik kendali kritis analisa proksimat (yaitu kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar serat mentah). Pengendalian mutu dalam bidang manajemen operasi laboratorium pada bagian Customer Service, bagian operasi dan bagian keuangan, memiliki empat titik kendali kritis yaitu: (1) Penerimaan order oleh bagian Customer Service; (2) Persetujuan analisa dan penentuan SOP oleh kepala bidang operasi; (4) Persetujuan kepala bidang terhadap hasil analisa; (5) Persetujuan report oleh kepala bidang operasi. Masing- masing pengontrolan titik kendali kritis dilakukan berdasarkan ISO 9000 dan ISO Guide 25. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Penyusunan prosedur pengendalian mutu hasil analisa laboratorium makanan minuman:Kasus akreditasi pada laboratorium PT.Sucofindo | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| Appears in Collections: | UT - Food Science and Technology | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| F98TAS.pdf Restricted Access | 14.61 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.