Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139136Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Satiawihardja, Budiatman | - |
| dc.contributor.advisor | Hariyadi, Ratih Dewanti | - |
| dc.contributor.author | Susilawati, Mety | - |
| dc.date.accessioned | 2024-02-20T04:09:55Z | - |
| dc.date.available | 2024-02-20T04:09:55Z | - |
| dc.date.issued | 1998 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139136 | - |
| dc.description.abstract | Dari bermacam-macam asam amino yang ada, L-lisin termasuk dalam asam amino pembatas, sehingga penambahan asam amino L-lisin sebagai suplemen dalam makanan sangat diperlukan. Selain untuk manusia, L-lisin juga dibutuhkan oleh hewan untuk pertumbuhannya, sehingga pertambahan berat badan dapat berlangsung secara lebih baik. Oleh karena itu diperlukan usaha-usaha untuk meningkatkan produksi asam amino tersebut dengan biaya yang murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari penambahan antibiotik (Penisilin G dan Polimiksin B) dalam berbagai konsentrasi pada fermentasi asam amino lisin yang dihasilkan olch galur Brevibacterium lactofermentum BL-1 M76 dengan memakai medium molase. Pada awal penelitian dilakukan proses fermentasi pada labu untuk memilih konsentrasi antibiotik yang akan dipakai, selanjutnya hasil terbaik dari labu diproduksi pada fermentor 2 liter. Produksi lisin pada skala labu menggunakan medium glukosa dan molase, sedangkan untuk skala 2 liter digunakan medium molase. Pada medium glukosa konsentrasi yang dicobakan yaitu 6000, 1000, 500, 250, 100, 50 dan 0 unit/l. Produksi lisin terbanyak terlihat pada penambahan penisilin G dengan konsentrasi 100 unit/l sebesar 10,15 g/l. Untuk medium molase konsentrasi 100 unit/1 pun memperlihatkan hasil terbaik dibandingkan dengan konsentrasi yang lain yaitu sebesar 10,43 g/l. Brevibacterium lactofermentum termasuk bakteri Gram positif, oleh karena itu bakteri ini sensitif terhadap penisilin. Sensitifitas pada bakteri ini dapat ditunjukkan oleh hasil yang diperoleh dalam produksi lisin. Pada konsentrasi 100 unit/l, dimana produksi lisin lebih besar daripada tanpa penambahan penisilin merupakan hasil yang diakibatkan oleh adanya reaksi penisilin dan dinding sel pada daerah subinhibitor. Jadi penisilin menghambat sintesis dinding sel tanpa menghambat metabolisme sel yang lainnya. Sintesis dinding sel yang dihambat dapat mengakibatkan dinding sel akan mengalami pembukaan pada rantai peptidoglikan sehingga memudahkan pengeluaran lisin ke medium fermentasi. Hasil terbaik ini kemudian diteruskan pada skala fermentor. Seleksi konsentrasi polimiksin dilakukan dengan menggunakan beberapa konsentrasi, yang hasilnya dapat diketahui bahwa polimiksin tidak berpengaruh terhadap proses fermentasi produksi asam amino lisin ini. Pada skala fermentor menggunakan sumber karbon molase. Brevibacterium lactofermentum BL-1M76 memproduksi lisin sebanyak 21,66 g/l untuk formentasi tanpa penambahan penisilin G, sedangkan untuk fermentasi dengan penambahan penisilin G 100 u/l dihasilkan lisin sebanyak 35,18 g/l. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pengaruh penambahan antibiotik pada biosintesis l-lisin oleh brevibacterium lactofermentum BL-1 M76 di dalam medium molase | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| Appears in Collections: | UT - Food Science and Technology | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| F98msu.pdf Restricted Access | 16.16 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.