Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139048Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Haryadi, Yadi | - |
| dc.contributor.author | Rojuddin, Rita Ervina | - |
| dc.date.accessioned | 2024-02-20T02:16:46Z | - |
| dc.date.available | 2024-02-20T02:16:46Z | - |
| dc.date.issued | 1998 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139048 | - |
| dc.description.abstract | Dengan peningkatan jumlah penduduk di Indonesia yang masih tinggi (1.5% per tahun) dan penciutan lahan subur karana beralih fungsi ke non pertanian maka pelestarian swasembada beras hanya bisa dicapai bila tetap diikuti dengan peningkatan produksi dan pengendalian kehilangan pasca panen. Dalam upaya pengendalian kehilangan pasca panen beras, pengkajian kepekaan beras terhadap serangan serangga hama gudang perlu diketahui, karena beras unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit pra panen belum tentu tahan terhadap hama selama penyimpanan. Menurut Pranata (1979), hama yang sering menimbulkan kerusakan paling besar pada beras yang disimpan pada gudang BULOG adalah Sitophilus sp (kumbang moncong). Serangga ini merupakan hama primer, yaitu langsung menyerang biji-bijian utuh. Di Indonesia Sitophilus zeamais lebih banyak ditemukan daripada Sitophilus oryzae (L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketahanan beras pecah kulit dari enam varietas padi unggul terhadap serangan serangga Sitophilus zeamais. Dalam penelitian ini beras pecah kulit yang digunakan adalah berasal dari varietas Batang Anai, Mamberamo, dan Cibodas (yang merupakan varietas padi sawah) dan beras varietas Way Rarem, Cirata dan Dodokan (yang merupakan varietas padi gogo). Sitophilus zeamais digunakan sebagai serangga uji. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan dilakukan untuk memperoleh serangga dewasa yang berumur 7-15 hari yang digunakan sebagai serangga uji, sedangkan tahap pelaksanakan dilakukan dengan menginfestasikan serangga uji ke dalam media beras pecah julit dari enam varietas padi unggul, yang dilakukan untuk mengetahui jumlah serangga turunan pertama (F1). Parameter-parameter hasil pengamatan yaitu Jumlah total populasi (Nt), periode perkembangan (D), indeks perkembangan (ID), laju perkembangan intrinsik (Rm), dan kapasitas multiplikasi mingguan (λ). Perkembangan serangga hama gudang pada beras selain ditentukan oleh kadar air selama disimpan, juga diduga berhubungan dengan mutu beras seperti kadar amilosa, bentuk butir beras, kekerasan, warna beras dan kandungan gizi beras. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Kajian resistensi beras pecah kulit dari enam varietas padi unggul terhadap serangan serangga sitophilus zeamais | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| Appears in Collections: | UT - Food Science and Technology | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| F98rer.pdf Restricted Access | 11.8 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.