Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137127
Title: Suplementasi Kurkumin dan Induksi Hormonal untuk Meningkatkan Performa Reproduksi Ikan Beureum Panon (Systomus orphoides).
Authors: Carman, Odang
Suprayudi, Muhammad Agus
Winarto, Adi
Effendi, Irzal
Sudrajat, Agus Oman
Iskandar, Andri
Issue Date: 2024
Publisher: IPB University
Abstract: Ikan beureum panon (Systomus orphoides) merupakan salah satu jenis ikan asli perairan Indonesia yang banyak dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi maupun ikan hias oleh masyarakat di Jawa Barat. Saat ini, upaya untuk mendapatkan ikan ini masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam sehingga dikhawatirkan populasinya akan mengalami penurunan. Selain itu, tingginya penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran juga dapat mengancam keberadaan ikan beureum panon di alam. Untuk mengatasi hal tersebut, maka langkah preventif melalui upaya penjinakan/domestikasi di dalam wadah budidaya untuk tujuan reproduksi, peningkatan potensi ekonomi dan konservasi perlu dilakukan. Agar dapat dibudidayakan dengan baik, ikan beureum panon harus dapat diadaptasikan dengan lingkungan budidaya karena kondisinya berbeda dengan habitat aslinya. Sinyal lingkungan yang memengaruhi fisiologi reproduksi ikan di alam akan berbeda dengan kondisi di dalam wadah budidaya. Hal ini seringkali menjadi kendala dan menyebabkan gangguan siklus reproduksi sehingga proses perkembangbiakannya akan terhambat. Saat ini informasi-informasi terkait ikan beureum panon termasuk teknologi budidayanya masih sangat terbatas. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengembangbiakkan ikan beureum panon secara buatan di dalam wadah budidaya. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap dengan masing-masing tujuan khusus penelitian sebagai berikut (1) untuk mengkaji dan mengevaluasi suplementasi kurkumin melalui pakan yang dikombinasikan dengan hormon PMSG terhadap vitelogenesis dan maturasi gonad ikan beureum panon, (2) untuk mengevaluasi efektivitas hormon LHRHa dalam menginduksi ovulasi dan pemijahan ikan beureum panon yang telah diberi perlakuan hormon PMSG dan pakan yang telah disuplementasi kurkumin, serta (3) untuk mengevaluasi efektivitas hormon PMSG terhadap performa rematurasi setelah ovulasi dalam waktu yang berdekatan sehingga frekuensi pemijahan ikan beureum panon dapat terjadi secara simultan. Penelitian tahap pertama mengujicobakan penggunaan kurkumin sebagai suplemen pakan, selanjutnya dikombinasikan dengan induksi hormon PMSG yang ditujukan untuk menyetimulasi terjadinya ovulasi dan membantu mempertahankan janin pada awal ikan beureum panon betina bunting. Hasil pengamatan membuktikan bahwa suplementasi kurkumin yang dikombinasikan dengan induksi secara hormonal pada perlakuan KPC3 memberikan hasil terbaik dan mampu mempercepat proses kematangan gonad serta dapat meningkatkan kinerja vitelogenesis pada ikan beureum panon betina. Selain itu suplementasi kurkumin ke dalam pakan dapat meningkatkan kinerja dan fungsi hati dan mencegah terjadinya kerusakan hati yang ditunjukkan dengan meningkatnya kadar SOD dan penurunan kadar MDA hati, kadar SGPT, dan SGOT pada ikan beureum panon betina. Penelitian tahap kedua merupakan kelanjutan dari penelitian tahap pertama dengan mengkombinasikan hasil terbaik dari penelitian tahap pertama dengan induksi hormon LHRHa yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas hormon LHRHa dalam menginduksi ovulasi dan pemijahan ikan beureum panon betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perlakuan LP3 menghasilkan performa yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas reproduksi dan telur ikan beureum panon betina. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan nilai estradiol, diameter telur, waktu laten pasca induksi, nilai fekunditas serta laju habis kuning telur pada ikan selama proses pemeliharaan. Pada penelitian tahap ketiga, ikan beureum panon dengan performa terbaik yang telah berhasil dipijahkan pada penelitian tahap kedua selanjutnya diinduksi dengan menggunakan hormon PMSG kembali, guna mengevaluasi efektivitas hormon PMSG terhadap performa rematurasi setelah ovulasi dalam waktu yang berdekatan sehingga frekuensi pemijahan ikan beureum panon dapat terjadi secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perlakuan yang diujicobakan, terutama pada perlakuan KPB2 dapat meningkatkan performa rematurasi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Hal ini diperkuat dengan adanya peningkatan konsentrasi hormon estradiol-17β, kadar vitelogenin dalam plasma, persentase GSI dan HSI serta fekunditas pada ikan beureum panon. Kesimpulan umum dari hasil penelitian ini adalah bahwa (1) ikan beureum panon telah berhasil didomestikasi karena mampu untuk bertahan hidup, tumbuh dan memijah di dalam media budidaya, (2) kombinasi kurkumin dengan hormon PMSG pada dosis kurkumin 750 mg/100 g pakan + PMSG 15 IU/kg bobot tubuh yang diujikan selama 8 minggu, dapat meningkatkan kinerja reproduksi induk betina beureum panon yang diindikasikan melalui konsentrasi estradiol-17β dan vitelogenin dalam plasma darah serta peningkatan kualitas telur, (3) hormon LHRHa pada dosis 7,5 µg/kg bobot tubuh yang digunakan dalam penelitian mampu mendorong peningkatan kualitas reproduksi dan telur ikan beureum panon betina yang ditunjukkan melalui peningkatan nilai estradiol, diameter telur, waktu laten pasca induksi, nilai fekunditas serta laju habis kuning telur pada ikan selama proses pemeliharaan, serta (4) hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk pengembangan studi budidaya ikan beureum panon di masa yang akan datang dengan adanya penjelasan peran FSH dan LH dalam regulasi vitelogenesis pada ikan beureum panon.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137127
Appears in Collections:DT - Fisheries

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Disertasi Andri Iskandar_C161180081_AKU_2024_WM.pdf
  Restricted Access
Fulltext22.88 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.