Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133632
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorYasni, Sedarnawati-
dc.contributor.authorDamayanti, Evita-
dc.date.accessioned2024-01-03T04:25:18Z-
dc.date.available2024-01-03T04:25:18Z-
dc.date.issued2004-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133632-
dc.description.abstractCinna-Ale adalah minuman kesehatan yang terbuat dari rempah-rempah asli Indonesia dengan karakteristik berwarna merah, beraroma dan rasa yang khas. Nama Cinna-Ale diambil dari nama latin kayu manis (Cinnamomum burmanii Blume) dan jahe (Zingiber officinale Roscoe), yang merupakan komponen utama pembentuk citarasa minuman. Minuman Cinna-Ale terbuat dari 17 jenis rempah- rempah dengan komposisi formula sesuai paten No. P002001 00054. Penelitian ini terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu ekstraksi campuran rempah penyusun minuman, pengukuran aktivitas antioksidan dan pengujian antibakteri rempah. Tahap ekstraksi rempah menghasilkan tiga ekstrak, yaitu minyak atsiri, ekstrak heksan dan ekstrak etanol. Minyak atsiri diperoleh dengan metode Distilasi Uap, kemudian dilakukan ekstraksi bertingkat metode Refluks (60 °C, 3 jam) menggunakan pelarut organik heksan dan etanol. Rendemen ekstrak minyak atsiri sebesar 1.56% (w/w), ekstrak heksan 1.39% (w/w), dan ekstrak etanol 8.81 % (w/w). Masing-masing ekstrak diukur aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode Tiosianat dan DPPH (a,a-diphenyl- ẞ-picrylhydrazil). Pada metode Tiosianat digunakan standar BHT dan a- tocoferol, dan diukur pada panjang gelombang 500 nm. Hasil pengukuran dinyatakan dengan periode induksi. Periode induksi tertinggi dicapai oleh BHT yaitu 3.14 hari, sedangkan dengan pembanding lainnya yaitu a-tocoferol hanya memiliki periode induksi sebesar 1.34 hari. Minyak atsiri Cinna-Ale memiliki periode induksi yang tidak jauh berbeda dengan pembanding a-tocoferol (1.31 hari). Ekstrak etanol memiliki periode induksi paling rendah (1.12 hari), sedangkan ekstrak heksan memiliki periode induksi yang bernilai negatif. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa aktivitas antioksidan minyak atsiri Cinna-Ale tidak jauh berbeda dengan antioksidan komersial a-tocoferol. Minyak atsiri Cinna-Ale memiliki peluang untuk dijadikan sumber antioksidan alami. ..id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKayu manisid
dc.subject.ddcntioksidanid
dc.subject.ddcAntibakteriid
dc.titleMempelajari aktivitas antioksidan dan antibakteri dari ekstrak campuran rempah minuman Cinna-Aleid
dc.typeUndergraduate Thesisid
Appears in Collections:UT - Food Science and Technology

Files in This Item:
File SizeFormat 
F04eda.pdf
  Restricted Access
12.5 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.