Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/115315| Title: | Karakteristik Struktur Vertikal Udara Berdasarkan Observasi Radiosonde di Indonesia |
| Other Titles: | Characteristics of Vertical Structure of Air Based on Radiosonde Observations in Indonesia |
| Authors: | Hidayat, Rahmat Dasanto, Bambang Dwi Swarinoto, Yunus Subagyo Fibriantika, Eka |
| Issue Date: | 2022 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Pengamatan radiosonde merupakan salah satu pengamatan udara atas yang dilakukan di Indonesia. Data radiosonde merupakan salah satu data yang dapat digunakan untuk melakukan analisis udara atas. Tekanan udara, suhu udara, suhu titik embun, arah dan kecepatan angin, serta kelembapan atmosfer merupakan data yang dihasilkan dari observasi radiosonde. Namun pemanfaatan data radiosonde di Indonesia belum optimal, sehingga pemahaman terkait karakteristik udara atas di Indonesia masih belum optimal terutama terkait pola musiman. Suhu udara merupakan hasil observasi radiosonde yang penting karena suhu udara berkaitan erat dengan pertukaran energi di atmosfer. Memahami tren struktur vertikal suhu udara atas merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengkaji perubahan iklim. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis karakteristik struktur vertikal udara Indonesia dengan menganalisis suhu udara, suhu titik embun, kelembapan relatif, arah angin, dan kecepatan angin pada 11 lapisan standar; dan (2) menganalisis tren struktur vertikal suhu udara pada 6 lapisan standar. Penelitian ini menggunakan data radiosonde dari 22 stasiun meteorologi pengamatan radiosonde Indonesia. Data dilakukan kendali mutu dan uji homogenitas sebelum dilakukan analisis karakteristik struktur vertikal udara yaitu dengan cara mencari nilai rata-rata masing-masing unsur data radiosonde per 3 bulan yaitu Desember-Januari-Februari, Maret-April-Mei, Juni-Juli-Agustus, September-Oktober-November. Analisis struktur vertikal tren suhu udara dilakukan dengan menggunakan Metode Mann-Kendal. Hasil analisis karakteristik struktur vertikal udara menunjukkan suhu titik embun lebih terlihat perbedaannya secara musiman dibandingkan suhu udara musiman. Semakin tinggi nilai suhu titik embun pada suatu lapisan maka selisih nilai suhu udara dengan suhu titik embun pada lapisan tersebut akan semakin kecil. Hal ini mengakibatkan nilai kelembapan relatif besar. Semakin rendah suhu titik embun maka selisih suhu udara dengan suhu titik embun akan semakin besar. Kondisi ini menghasilkan nilai kelembapan relatif kecil. Arah angin dominan pada lapisan 925 dan 700 mb didominasi oleh angin zonal (barat-timur). Pada lapisan 500 dan 300 mb, arah angin dominan dari timur yang merupakan angin pasat timur. Semakin tinggi lapisan maka kecepatan angin akan semakin kencang. Tren struktur vertikal suhu udara pada Stasiun Meteorologi Kualanamu Deli Serdang, Minangkabau Padang, Depati Amir Pangkalpinang, Soekarno Hatta Tangerang, Juanda Sidoarjo, Sam Ratulangi Manado, Sis Al Jufri Palu, Sultan Hasanuddin Maros, El Tari Kupang, Frans Kaisiepo Biak dengan panjang data 13 tahun dari tahun 2007 hingga 2019 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah kajian terjadi tren pemanasan suhu udara atas pada lapisan troposfer (1000–250 mb). Pada lapisan 100 mb sebagian besar wilayah kajian dengan panjang data l3 tahun menunjukkan adanya tren pendinginan suhu udara. Pada wilayah dengan panjang data kurang dari |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/115315 |
| Appears in Collections: | MT - Mathematics and Natural Science |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover, Lembar Pengesahan, Prakata, Daftar Isi.pdf Restricted Access | Cover | 3.45 MB | Adobe PDF | View/Open |
| G2501201002_Eka Fibriantika.pdf Restricted Access | Fullteks | 13.65 MB | Adobe PDF | View/Open |
| Lampiran.pdf Restricted Access | Lampiran | 8.01 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.