Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113416
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorHambali, Erliza-
dc.contributor.advisorFahma, Farah-
dc.contributor.authorAli, Gita Syarifah-
dc.date.accessioned2022-08-10T13:42:06Z-
dc.date.available2022-08-10T13:42:06Z-
dc.date.issued2022-08-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113416-
dc.description.abstractMinyak alpukat merupakan sumber asam lemak tak jenuh tunggal tingkat tinggi dan senyawa penting lainnya. Minyak alpukat telah digunakan di banyak bidang, termasuk perawatan kulit dalam bentuk produk krim. Krim merupakan emulsi yang memiliki faktor penting dalam mutunya yaitu stabilitas. Kestabilan produk krim didukung oleh formulasi, teknik emulsifikasi dan emulsifier. Manfaat nanoemulsi adalah untuk membawa senyawa aktif lipofilik tinggi dan obat-obatan serta meningkatkan kualitas produk. Salah satu aspek terpenting dalam pembentukan emulsi adalah pemilihan emulsifier, karena memiliki peran dalam menyerap minyak pada antarmuka air. Nanoemulsi yang dibuat akan ditambahkan nanoselulosa sebagai stabilizer. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan krim dari nanoemulsi minyak alpukat dengan penambahan nanoselulosa. Tujuan khusus dari penelitian ini yaitu (1) mengevaluasi pengaruh penambahan nanoselulosa terhadap stabilitas formulasi nanoemulsi minyak alpukat (2) mengidentifikasi karakteristik dan stabilitas nanoemulsi minyak alpukat pada formulasi krim. Adapun tahapan dari penelitian ini, pertama ekstraksi minyak alpukat menggunakan metode press cold. Kemudian tahap kedua yaitu sintesis nanoselulosa menggunakan hidrolisis asam (H2SO4). Tahap ketiga yaitu proses nanoemulsi dengan variasi formulasi nanoselulosa CNC, dietanolamida (DEA) dan minyak alpukat menggunakan ultrasonicator. Tahap keempat yaitu formulasi krim nanoemulsi minyak alpukat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanoemulsi minyak alpukat formulasi I dengan konsentrasi DEA 3,5%, memiliki persentase stabilitas terbaik karakterisasi ukuran partikel terkecil yaitu 114,37 ± 0,38 nm, zeta potential -29,5 ± 1,23 mV, dan PdI 0,0935 ± 0,0135. Namun, pada formulasi II dengan konsentrasi CNC 1% dan DEA 3,5% ukuran partikel 148,2 ± 0,56 nm, zeta potential -32 ± 0,4 mV, dan PdI 0,12 ± 0,00608 memiliki presentasi stabil yang mirip dengan formulasi I pada minggu pertama penyimpanan. Karakterisasi krim nanoemulsi pada perlakuan terbaik tidak menunjukkan perubahan selama penyimpanan 8 minggu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleFormulasi Krim Menggunakan Nanoemulsi Minyak Alpukat dengan Penambahan Nanoselulosa Sebagai Stabilizerid
dc.title.alternativeCream Formulation Using Avocado Oil Nanoemulsion with Addition of Nanocellulose as Stabilizerid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordminyak alpukatid
dc.subject.keywordnanoemulsiid
dc.subject.keywordnanokristal selulosaid
dc.subject.keywordnanoselulosaid
dc.subject.keywordstabilitasid
Appears in Collections:MT - Agriculture Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover_Tesis_Gita Syarifah Ali_F351180261.pdf
  Restricted Access
Cover1.49 MBAdobe PDFView/Open
Full Text_Tesis_Gita Syarifah Ali_F351180261.pdf
  Restricted Access
Fullteks1.58 MBAdobe PDFView/Open
Lampiran_Tesis_Gita Syarifah Ali_F351180261_.pdf
  Restricted Access
Lampiran1.14 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.