Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105220
Title: Analisis Rantai Nilai Produk Ikan Asap di Jawa Tengah
Authors: Nurmalina, Rita
Suprehatin
Wicaksana, Indrajit
Issue Date: 2020
Publisher: IPB university
Abstract: Perikanan, pertanian, dan kehutanan menjadi salah satu sektor penyumbang tertinggi pendapatan nasional. Nilai produksi perikanan akan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian jika mampu menghasilkan nilai tambah yang tinggi. Produk perikanan di Indonesia saat ini masih didominasi ikan beku dan ikan segar, diikuti dengan olahan ikan asap dan ikan kaleng. Jika dibandingkan ikan segar dan ikan beku, nilai produk perikanan akan meningkat bila diolah lebih lanjut seperti menjadi ikan asap. Metode pengasapan ikan tergolong mudah dilakukan dengan peralatan yang sederhana. Ikan yang telah diasapkan dan dikemas dapat meningkatkan nilai dan mempermudah pemasaran produk. Kegiatan menghasilkan produk ikan asap dapat diidentifikasi melalui rantai nilai yang terbentuk mulai dari aktivitas hulu hingga hilir. Penelitian ini membahas rantai nilai produk ikan asap di Jawa Tengah sebagai salah satu daerah pengolah ikan asap terbesar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengidentifikasi pemetaan (mapping) rantai nilai ikan asap di Jawa Tengan, 2) menganalisis tata kelola (governance) dalam rantai nilai ikan asap di Jawa Tengah, 3) menganalisis proses peningkatan (upgrading) pada rantai nilai ikan asap di Jawa Tengah, dan 4) menganalisis aspek kinerja pada model rantai nilai ikan asap di Jawa Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik snowball dan purposive sampling terhadap 52 pelaku di sepanjang rantai nilai ikan asap di Jawa Tengah. Metode pengolahan data berupa analisis deskriptif meliputi analisis pemetaan, tata kelola, dan peningkatan. Analisis aspek kinerja rantai nilai ikan asap dilakukan dengan metode statistik PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan pelaku rantai nilai ikan asap terdiri dari nelayan, pedagang besar, pedagang pengumpul, pengolah, pedagang pengecer, warung makan, dan restoran. Setiap pelaku melakukan aktivitas yang berkontribusi terhadap penciptaan nilai produk ikan asap. Tata kelola rantai nilai ikan asap termasuk jenis tata kelola relational dengan kriteria complexity tinggi, codify rendah, dan capability tinggi. Pelaku rantai nilai harus mengumpulkan informasi dari berbagai pihak untuk menghindari terjadinya asymmetric information. Peningkatan rantai nilai ikan asap meliputi peningkatan produk yang dilakukan oleh pengolah dan warung makan, peningkatan proses yang dilakukan oleh nelayan, pedagang besar, pedagang pengumpul, dan restoran, serta peningkatan fungsi yang dilakukan oleh pengolah dan pedagang pengecer. Perhitungan koefisien jalur PLS-SEM memperlihatkan aspek lingkungancontext berpengaruh signifikan terhadap peningkatan aktivitas nilai tambah berupa margin produk. Aspek lingkungan-context meliputi kemudahan akses kredit konsumsi, kemudahan akses kredit usaha, dan adanya sanksi terhadap pelanggaran peraturan. Saran dalam penelitian ini adalah perlunya penguatan kelembagaan koperasi dan peningkatan peran pemerintah dalam mendukung peningkatan nilai tambah di sepanjang rantai nilai ikan asap di Jawa Tengah.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105220
Appears in Collections:MT - Economic and Management

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover.pdf
  Restricted Access
Cover113.34 kBAdobe PDFView/Open
H351180041_Indrajit Wicaksana.pdfFulltext19.79 MBAdobe PDFView/Open
Daftar Isi.pdf
  Restricted Access
Daftar Isi176.42 kBAdobe PDFView/Open
Bab I Pendahuluan.pdf
  Restricted Access
Bab I Pendahuluan199.67 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.