Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102919
Title: Suplementasi Sericin pada Media Koleksi dan/atau Maturasi In Vitro untuk Meningkatkan Kualitas Oosit Sapi
Authors: Bambang, Purwantara
Karja, Ni Wayan Kurniani
Satrio, Faisal Amri
Issue Date: 2020
Publisher: IPB University
Abstract: Kualitas oosit menjadi salah satu faktor penting dalam produksi embrio secara in vitro (IVEP). Kualitas oosit yang dimatangkan secara in vitro dilaporkan tidak sebaik in vivo. Hal tersebut berhubungan dengan stres pada oosit yang terjadi selama proses IVEP. Ovarium yang dikoleksi dari rumah potong hewan sudah terhenti aliran darahnya, sehingga mengakibatkan kondisi iskemia. Dalam keadaan iskemia, reoksigenasi akan membentuk radikal oksigen yang bersifat toksik. Selain itu, oosit sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan selama maturasi in vitro, terutama akibat perbedaan kadar oksigen. Perbedaan lingkungan tersebut juga mengakibatkan kejadian stres oksidatif. Kejadian stres oksidatif pada sel mengakibatkan gangguan pada sel dan berakhir pada kematian sel. Sericin merupakan kelompok protein globular larut air yang diproduksi oleh ulat sutera Bombyx mori bagian kepompong. Sericin banyak mengandung serin yang tergolong dalam kelompok asam amino hidroksil. Komponen tersebut memiliki aksi antioksidan. Aksi antioksidan dari kelompok tersebut dilakukan dengan cara mengkelat elemen logam seperti besi dan tembaga. Sericin sebagai antioksidan mampu menekan peroksidasi lipid dan menurunkan level H2O2 yang menginduksi kejadian stres oksidatif. Selain itu, sericin sebagai bahan substitusi dari BSA mampu meningkatkan hyaluronan dan mempercepat ekspresi CD44 mRNA pada oosit, sehingga dapat meningkatkan pematangan inti oosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji suplementasi sericin pada media koleksi dan/atau maturasi in vitro terhadap tingkat pematangan inti dan DNA fragmentasi oosit sapi. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahapan, tahap pertama bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pematangan inti oosit yang disuplementasi sericin pada medium koleksi dengan konsentrasi 0.1%, 0.5%, 1% dan kontrol (tanpa sericin). Penelitian berikutnya dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pematangan inti dan fragmentasi DNA dari oosit yang dikoleksi dengan atau tanpa sericin 0.1% dan dimaturasi dengan atau tanpa sericin 0.1%. Oosit yang telah termaturasi kemudian diwarnai dengan terminal deoxynucleotidyl transferase (TdT) dUTP nick-end labeling (TUNEL) dan Hoechst 33342. Kemudian status inti dan tingkat fragmentasi DNA dievaluasi menggunakan Zeiss Confocal Laser Scanning Microscope 710. Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa persentasi oosit pada kelompok ser 0.1% mencapai tahap metafase II (MII) lebih tinggi secara signifikan jika dibandingkan dengan kontrol (P<0.05). Pada penelitian berikutnya, kelompok Ser 0.1%; +BSA+Ser 0.1% memiliki persentasi pematangan inti tertinggi jika dibandingkan kelompok kontrol (P<0.05). Tingkat fragmentasi DNA oosit sapi terlihat tidak berbeda secara signifikan pada semua perlakuan (P>0.05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suplementasi 0.1% sericin pada medium koleksi mampu meningkatkan pematangan inti oosit sapi, namun tidak berpengaruh terhadap tingkat fragmentasi DNA.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102919
Appears in Collections:MT - Veterinary Science

Files in This Item:
File SizeFormat 
2020fas.pdf
  Restricted Access
11.74 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.