Show simple item record

dc.contributor.authorAsmira Damayanti, Tri
dc.contributor.authorWidias Mahar, Avanty
dc.date.accessioned2015-04-29T03:17:31Z
dc.date.available2015-04-29T03:17:31Z
dc.date.issued2015-01
dc.identifier.isbn978-602-96419-1-2
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74902
dc.description.abstractBean common mosaic virus (BCMV) merupakan virus yang menginfeksi kacang panjang dan menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi di lapangan. Tersedianya teknik deteksi yang cepat dan mudah akan sangat membantu dalam diagnosis penyakit virus. Tissue blot immunobinding assays (TBIA) adalah salah satu teknik deteksi serologi yang cepat dan mudah. TBIA menggunakan kertas Nitro Cellulose Membrane (NCM) sebagai matrik solid yang mengikat protein tanaman dan virus. Agar dapat digunakan secara rutin maka perlu dilakukan optimasi untuk mendapatkan hasil deteksi yang diharapkan. Optimasi deteksi BCMV dengan TBIA dilakukan dengan menggunakan pengenceran antiserum 1:3000 sampai dengan 1:15.000. RNA total BCMV diekstraksi dari NCM dan dideteksi dengan two-step RT-PCR menggunakan primer spesifik gen CP BCMV. Hasil optimasi menunjukkan semakin rendah pengenceran antiserum, waktu yang dibutuhkan untuk perubahan warna ungu semakin lama. Diantara pengenceran antiserum yang diuji, pengenceran 1:3.000 sampai 1:10.000 memberikan hasil deteksi terbaik dalam waktu singkat. RT-PCR RNA total dari blotting daun terinfeksi BCMV pada NCM berhasil mengamplifikasi gen CP BCMV sebaik RT-PCR RNA total yang diekstraksi dengan kit komersial. Hal ini menunjukkan NCM selain dapat mengikat protein virus, juga sekaligus dapat menyimpan RNA virus dengan baik.en
dc.language.isoid
dc.titleTeknik Tisssue Blot Immunobinding Assay dan RT-PCR langsung RNA BCMV dari NitroCellulose Membrane (NCM)en
dc.typeArticleen
dc.subject.keywordBCMV, NCM, RT-PCR, TBIA, NPNen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record