Show simple item record

dc.contributor.authorRaharjo, M. Dawam
dc.date.accessioned2010-04-23T01:03:52Z
dc.date.available2010-04-23T01:03:52Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/6787
dc.description.abstractPada perputaran memasuki dasawarsa ’90-an, bersamaan dengan kejatuhan rezim sosialis di seluruh dunia, Francis Fukuyama mengumumkan sebuah tesis mulamula melalui sebuah artikel panjang di jurnal ”National Interest” (1989) kemnudian dalam bukunya ”End of History anf the Last Man” (1992) yang mengatakan bahwa puncak evolusi pemikiran manusia di bidang politik adalah Demokrasi Liberal dan di bidang ekonomi adalah kapitalisme pasar bebas (laissez faire political-economy). Tak lama kemudian lahirlah rumusan Washington Consensus yang kemudian disebut sebagai paham Neo-Liberealisme yang menjadi dasar kebijaksanaan International Monetary Fund (IMF). Pandangan ini disebut oleh George Soros sebagai aliran Fundamentalisme-Pasar, karena kembali pada pandangan fundamental teori Neo- Klasik, tapi kini didukung oleh politik kekerasan yang berujud imperialisme.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subjectcapital-intensivee economy, creative economyid
dc.titleParadigma Pembangunan di Persimpangan Jalanid
dc.title.alternativeIPB (Bogor Agricultural University)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • RKS Articles [50]
    Seminar Articles, Presentation, Books, Modul, etc

Show simple item record