View Item 
      •   IPB Repository
      • Research and Community Empowerment
      • Competitive Grant (Hibah Bersaing)
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Research and Community Empowerment
      • Competitive Grant (Hibah Bersaing)
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Optimalisasi kerja ”Mycofer” dengan augmentasi mikroorganisme tanah potensial dan asam humat untuk rehabilitasi lahan marginal dan terdegradasi di Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      Ringkasan (54.14Kb)
      Ringkasan (27.5Kb)
      Date
      2007
      Author
      Karti, Panca Dewi M.
      Budi, Sri Wilarso
      Mardatin, Noor F.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Lahan masam dan lahan pasca penambangan merupakan lahan marginal yang teragreditasi. Keberadaannya di Indonesia cukup tinggi meliputi 30% atau 0,51 juta km2 dari luasan daratan Indonesia yang tersebar di daerah Jawa Barat, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya. Untuk mengatasi kendala pada tanah masam tersebut umumnya dilakukan pengapuran dan pemberian pupuk dengan dosis tinggi, akan tetapi usaha tersebut memerlukan biaya yang tinggi dan tidak ramah lingkungan karena adanya dampak residu pemupukan.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi baru pupuk hayati yang merupakan konsorsium antara Mycofer dengan MPP, MPN, dan asam humik agar dapat lebih meningkatkan kemampuannya dalam menyediakan unsur hara dan membantu ketahanan tanaman pada lingkungan yang kurang menguntungkan.Metodologi penelitian terdiri dari 3 tahap yaitu tahap 1: persiapan bahan augmentasi; perbanyakan mikroba potensial (FMA, MPP dan MPN) dan asam humik, tahap 2: Formulasi pupuk biologis baru yang merupakan konsorsium mikrobiologi dengan asam humat dan tahap 3: Uji formulasi baru Mycofer pada tanah masam dan lahan pasca penambanagan skala laboratorium.Hasil penelitian menunjukkan respon yang berbeda dari ke lima jenis tanaman dan juga respon yang berbeda pada tanah latosol dan lahan pasca penambangan emas. ke lima jenis tanaman tersebut membutuhkan pupuk biologis tidak secara tunggal, akan tetapi membutuhkan konsorsium dari beberapa jenis mikroorganisme dan hasilnya akan lebih baik bila dikombinasikan dengan pembenah tanah yaitu asam humik, baik kelima tanaman tersebut ditanam pada tanah latosol atau lahan pasca penambangan emas. Respon pertumbuhan ke lima jenis tanaman pada tanah latosol lebih baik bila dibandingkan dengan lahan pasca penambangan emas.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/6397
      Collections
      • Competitive Grant (Hibah Bersaing) [295]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository