Show simple item record

dc.contributor.authorWijayani, Ari
dc.contributor.authorWirawati, Tutut
dc.contributor.authorSrilestari, Rina
dc.date.accessioned2010-07-15T01:52:04Z
dc.date.available2010-07-15T01:52:04Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/32960
dc.description.abstractKrisan merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak diminati oleh masyarakat luas karena memiliki nilai estetika yang tinggi yaitu pada warna bunga dan bentuk bunganya yang beraneka ragam. Kebutuhan akan bunga krisan yang semakin bertambah dari tahun ketahun ternyata tidak diimbangi dengan hasil produksi bunga krisan di Indonesia yang masih rendah, sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi krisan adalah dengan menggunakan teknik kultur jaringan (in vitro). Permasalahannya adalah kombinasi bahan tanam dan zat pengatur tumbuh yang tidak tepat akan menghambat pembentukan tunas. Oleh karena itu diperlukan bahan tanam yang disesuaikan dengan tujuan propagasi dan penggunaan zat pengatur tumbuh yang tepat untuk memacu pertumbuhan tunas krisan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kombinasi bahan eksplan dan konsentrasi BAP (6 – benzyl amino purine) terbaik dalam kultur in vitro krisan (Chrisanthemum morifolium L.) pada media Murashige dan Skoog. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan persediaan bibit krisan. Metode penelitian merupakan metode percobaan laboratorium disusun secara faktorial. Rancangan lingkungan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah bahan eksplan, terdiri atas tiga taraf yaitu : P1 = nodus, P2 = pucuk, P3 = daun. Faktor kedua adalah konsentrasi BAP yang terdiri atas empat taraf, yaitu : B1 = 0,5 ppm, B2 = 1,0 ppm, B3 = 1,5 ppm, B4 = 2,0 ppm. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi yang nyata pada bobot basah, bobot kering, jumlah tunas dan panjang tunas. Penggunaan eksplan pada bagian pucuk menunjukkan hasil terbaik pada bobot basah, jumlah tunas dan panjang tunas bila di kombinasikan dengan penambahan BAP 0,5 ppm. Penggunaan eksplan dari bagian pucuk dapat mempercepat saat tumbuhnya tunas, memperbanyak jumlah dan panjang akar tunas. Penambahan zat pengatur tumbuh BAP 0,5 ppm pada media kultur, dapat memacu pertumbuhan tunas paling cepat, jumlah dan panjang akar tunas paling baik.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleInduksi Bibit Tanaman Krisan secara In Vitroid
dc.title.alternativeKongres dan Seminar Ilmiah Perhortiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Proceedings [2792]
    Proceedings of Bogor Agricultural University's seminars

Show simple item record