Gen Sitokrom B sebagai Penanda Molekuler untuk Mendeteksi Cemaran Daging Tikus pada Bakso
| dc.contributor.author | Hapsari, Astri | |
| dc.contributor.author | Misrianti, Restu | |
| dc.date.accessioned | 2010-07-13T06:56:05Z | |
| dc.date.available | 2010-07-13T06:56:05Z | |
| dc.date.issued | 2007 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/32507 | |
| dc.description.abstract | Keamanan pangan yang terkait dengan kehalalan makanan harus menjadi perhatian khusus karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Kasus mengenai pangan halal sering terjadi di Indonesia, salah satunya adalah bakso tikus yang menjadi isu nasional tahun 2006. Kondisi teeebut tentu sangat meresahkan masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Berbagai upaya pun dilakuk.~.u ntuk menganalisis cemaran dalam suatu produk pangan. Alternatif solusi dalam mendeteksi adanya cemaran dalam produk pangan adalah dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Metode ini menggunakan suatu penanda molekuler untuk mengamplifikasi DNA tikus. Gen sitokrom b diduga dapat digunakan untuk mendeteksi cemaran daging tikus dalam bakso. Pengujian homologi gen sitokrom b Rattus novergicus dengan Bos taurus, Ovis aries, Capra hircus, Capreolus capreolus,dan Cervus elaphus menunjukkan derajat kemiripan 0%. Berdasarkan hasil pengujian homologi maka gen sitokrom b diduga dapat digunakan sebagai penanda molekuler untuk mendeteksi kandungan daging tikus dalam bakso. | id |
| dc.publisher | IPB (Bogor Agricultural University) | |
| dc.title | Gen Sitokrom B sebagai Penanda Molekuler untuk Mendeteksi Cemaran Daging Tikus pada Bakso | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
PKM - Artikel Ilmiah [220]


