IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Veterinary
      • Animal Disease and Veterinary Health
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Veterinary
      • Animal Disease and Veterinary Health
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Protokol Uji Sensorik Dan Pemeriksaan Laboratorium Untuk Melacak Teh Hijau Dan The Hitam Yang Mengandung Ampas Teh

      Thumbnail
      View/Open
      Pedoman (726.0Kb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Article
      Subtype
      Working Paper
      Author
      pribadi, Eko Sugeng
      Ekasari, Iriana
      Rohdiana, Dadan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Organisasi Internasional untuk Standardisasi (International Organization for Standardization, ISO) mendefinisikan teh merupakan minuman aromatik yang disiapkan dari daun, kuncup, dan pucuk muda yang telah diproses dari spesies tanaman Camellia sinensis. Jadi, jelas bahwa minuman yang dibuat dari tumbuhan, herba, atau buah lain (seperti kamomil, pepermin, dan lainnya) tidak tidak dapt disebut sebagai teh, tetapi infusi herba/buah. ISO 20715:2023 Tea — Classification of tea types menggolongkan teh menjadi teh hijau (green tea), teh putih (white tea), teh oolong (oolong tea), teh hitam (black tea), teh kuning (yellow tea), dan dark tea (pu-erh). Sedangkan di Indonesia, SNI 1902:2016 - Teh hitam menjelaskan acuan mutu baku untuk teh hitam, dan SNI 3945:2016 - Teh hijau menjelaskan acuan mutu baku untuk teh hijau. Saat ini sedang ramai dibicarakan mengenai penggunaan ampas teh, sering juga disebut pastol, dalam produk teh kering. Sesungguhnya, ampas teh merupakan produk samping (by product), malah ada beberapa yang menganggapnya sebagai limbah teh. Ampas teh seharusnya dibuang, atau dikeringkan kembali dan dimanfaatkan untuk keperluan lain. Tetapi, tidak sebagai produk teh kering karena polifenol yang terkandung di dalamnya sudah jauh berkurang. Saat ini ampas teh kering masih dicampur lagi dengan teh hijau kering dan cara ini dianggap mengabaikan hak konsumen mendapatkan seduhan teh hijau yang bermutu. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180202
      Collections
      • Animal Disease and Veterinary Health [69]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository