Prospek Sadapan Getah Pinus Di Kepulauan Fiji
| dc.contributor.author | Santosa, Gunawan | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-20T07:53:17Z | |
| dc.date.available | 2026-07-20T07:53:17Z | |
| dc.date.issued | 2024-02 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175163 | |
| dc.description.abstract | Penyadapan getah pinus yang pernah dilakukan di kepulauan Fiji menerapkan metode sadap yang umum dilakukan di Amerika latin khususnya di Brazil (gambar 1) . metode penyadapan ini dilakukan pada Jenis Pinus ellioti dan Pinus caribaea. Metode sadapan dilakukan dengan cara melukai batang pohon ( kulit batang dan Phloem ) dengan kedalaman 0,5 sd 1 cm pada kayu gubalnya. Pelukaan dimulai pada ketinggian 20 cm diatas permukaan tanah dilanjutkan dengan pembaharuan luka kearah atas. Periode pembaharuan luka dilakukan 15 sd 19 hari dengan melukai batang pohon 2 sd 3 cm pada bagian atas sadapan. Pada umumnya digunakan stimulansia berupa asam sulfat dengan konsentrasi 18 sd 24 persen. Perkembangan terakhir digunakan stumulansia dalam bentuk pasta yang disebut CEPA ( 2- Chloroethyl – phosponic acid). Penyadapan dimulai pada saat pohon berdiameter 25 cm, Jumlah sadapan maksimum adalah 2 bidang sadap per pohon. ... | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan Dan Lingkungan IPB Unversity | id |
| dc.title | Prospek Sadapan Getah Pinus Di Kepulauan Fiji | id |
| dc.type | Article | id |
| dc.subtype | Other | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
Forest Management [214]

