Show simple item record

dc.contributor.authorRahim, Ditia Gilang Shah Putra
dc.date.accessioned2026-07-03T01:18:47Z
dc.date.available2026-07-03T01:18:47Z
dc.date.issued2026-06
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173942
dc.description.abstractHematuria merupakan tanda umum kelainan genitourinaria yang dapat berasal dari ginjal, ureter, saluran kemih, prostat, maupun uretra. Hematuria dapat berupa hematuria makroskopik yang tampak secara kasat mata atau hematuria mikroskopik yang hanya dapat ditemukan melalui pemeriksaan mikroskopis. Prevalensi hematuria mikroskopik pada populasi umum berkisar 0,19–16,1%, sedangkan hematuria persisten relatif jarang. Hematuria makroskopik didefinisikan sebagai perubahan warna urin akibat darah. Hematuria mikroskopik menurut American Urological Association adalah adanya ≥3 eritrosit per lapang pandang besar pada dua dari tiga pemeriksaan urin yang sesuai. Berdasarkan asalnya, hematuria dibedakan menjadi glomerular dan non-glomerular. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherFakultas Kedokteran dan Gizi IPB Universityid
dc.titlePendekatan Klinis Hematuriaid
dc.typeArticleid
dc.subtypeOtherid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record