| dc.description.abstract | Kualitas kertas sangat dipengaruhi oleh karakteristik serat pulp serta perlakuan yang diterapkan selama proses pembuatannya. Berbagai tahapan proses, terutama penggilingan (refining) dan pengeringan (drying), menyebabkan perubahan pada sifat fisik, kimia, dan morfologi serat yang selanjutnya menentukan kemampuan serat membentuk ikatan antarfiber serta sifat mekanik lembaran kertas (Walsh 2006).
Pengeringan merupakan salah satu tahapan yang memberikan perubahan permanen terhadap struktur serat. Selama proses ini, penguapan air dari dinding sel menyebabkan terjadinya hornifikasi, yaitu kontraksi dinding sel yang diikuti penutupan pori-pori dan pembentukan ikatan hidrogen internal yang bersifat irreversibel. Fenomena tersebut mengurangi kemampuan serat untuk menyerap air dan mengembang kembali (swelling), sehingga menurunkan fleksibilitas serat dan potensi pembentukan ikatan antarfiber pada proses pembentukan lembaran berikutnya (Park 2006). Penurunan kemampuan mengembang akibat hornifikasi bahkan diduga telah dimulai sejak lembaran mengalami penurunan kadar air secara drastis pada bagian wire mesin kertas (Park 2006). Padahal, interaksi antara air dan serat selulosa merupakan faktor penting yang menentukan fleksibilitas serat serta luas bidang kontak antarfiber, yang pada akhirnya memengaruhi kekuatan kertas (Walsh 2006). ... | id |