Efektivitas Pembelajaran Menggambar Sketsa Pada Mahasiswa Arsitektur Lanskap Ipb
Abstract
Arsitek lanskap merupakan profesi yang memanfaatkan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni untuk menciptakan ruang terbuka hijau yang fungsional, estetik,
dan berkelanjutan. Pada perkembangannya, introduksi teknologi digital hingga
Artificial Intelligence memicu kekhawatiran arsitek lanskap akan hilangnya profesi
ini di kemudian hari. Walau demikian, aspek seni dan humanis dari arsitek lanskap
saat ini belum dapat tergantikan oleh teknologi tersebut. Penelitian ini dilakukan
untuk mengidentifikasi efektivitas pembelajaran teknik manual menggambar sketsa
sebagai bagian dari kompetensi arsitek lanskap pada mahasiswa arsitektur lanskap
IPB dan dampaknya terhadap kemampuan menggambar sketsa mahasiswa.
Berdasarkan hasil kuesioner dari 76 mahasiswa, observasi, dan diskusi di kelas,
sebagian besar mahasiswa tidak memiliki latar belakang pendidikan seni secara
formal sebelum memasuki program sarjana arsitektur lanskap IPB (81,6%), tetapi
mereka memiliki minat yang tinggi terhadap pembelajaran menggambar sketsa
dengan skor rata-rata 4,04 dari skala 5,00. Proses pembelajaran ini juga
berkontribusi nyata pada pemahaman awal mahasiswa terhadap ruang lingkup
arsitektur lanskap hingga teori-teori penting seperti pemahaman terhadap elemen
penyusun lanskap, elemen desain, dan prinsip desain. Sementara dari aspek
efektivitas pembelajaran, mahasiswa juga berpendapat bahwa pembelajaran
menggambar sketsa efektif dalam meningkatkan kemampuan mereka dengan skor
rata-rata 4,34 dari skala 5,00. Keseluruhan data ini secara langsung dapat digunakan
sebagai evaluasi pembelajaran sekaligus strategi dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran menggambar sketsa pada mahasiswa arsitektur lanskap.
Collections
- Landscape Architecture [131]

