| dc.description.abstract | Asidosis rumen merupakan salah satu gangguan metabolik yang sering terjadi pada domba penggemukan akibat pemberian pakan konsentrat tinggi. Perubahan tingkah laku dapat digunakan sebagai indikator awal untuk mendeteksi risiko asidosis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkah laku sebagai indikator risiko asidosis rumen pada domba penggemukan yang diberi Total Mixed Ration (TMR) dengan komposisi ukuran cacahan hijauan berbeda. Penelitian menggunakan 20 ekor domba jantan yang dipelihara selama 2,5 bulan dalam empat kandang koloni. Ransum berupa TMR dengan kombinasi ukuran cacahan hijauan panjang (≥40 mm) dan sedang (20 mm) pada rasio 30:70. Pengamatan dilakukan terhadap perilaku makan, aktivitas, posisi tubuh, kondisi rumen, respons terhadap rangsangan, karakteristik feses, salivasi, frekuensi pernapasan, dehidrasi, kemampuan berjalan, dan respons nyeri abdomen. Hasil menunjukkan bahwa 16 ekor domba memperlihatkan tingkah laku dan kondisi klinis yang normal, sedangkan empat ekor menunjukkan perubahan pada beberapa indikator yang mengarah pada dugaan risiko asidosis rumen. Disimpulkan bahwa pemberian TMR dengan komposisi ukuran cacahan hijauan yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan risiko gangguan tingkah laku yang berkaitan dengan asidosis rumen relatif rendah. Pengukuran parameter fermentasi rumen diperlukan untuk mengonfirmasi dugaan risiko asidosis yang diamati berdasarkan perubahan tingkah laku. | id |