Show simple item record

dc.contributor.authorSetyoadi, Andika
dc.date.accessioned2026-07-01T00:43:48Z
dc.date.available2026-07-01T00:43:48Z
dc.date.issued2026-06
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173831
dc.description.abstractJumlah populasi manusia di dunia telah mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat selama periode tahun 1860-1930 dan telah mencapai jumlah 2 miliar jiwa saat ini. Peningkatan jumlah populasi ini diperkirakan akan menjadi tiga kali lipatnya pada 70 tahun kedepan hingga mencapai jumlah 10 miliar jiwa di tahun 2050. Jika hal ini terus berlanjut maka akan terjadi ledakan populasi. Ledakan populasi merupakan salah satu masalah terbesar di dunia yang jika tidak ditangani dengan tepat maka akan menjadi ancaman serius bagi generasi masa depan. Permasalahan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat tersebut dapat diatasi salah satunya yaitu dengan menggunakan metode kontrasepsi. Metode kontrasepsi tertentu memiliki tingkat kesulitan, keamanan, dan cara pemakaian yang berbeda. Metode imunokontrasepsi merupakan sebuah metode kontrasepsi modern yang baru-baru ini sering digunakan. Metode imunokontrasepsi menggunakan vaksin kontrasepsi yang nantinya diharapkan akan menstimulasi terbentuknya antibodi tertentu yang dapat mencegah terjadinya proses fertilisasi. Salah satu vaksin kontrasepsi yang baru dikembangkan diantaranya yaitu Sperm Adhesion Molecule (SPAM1). SPAM1 merupakan protein yang terdapat pada sperma yang diketahui berperan dalam proses fertilisasi. Proses fertilisasi dimulai dengan terjadinya fusi antara gamet jantan dan betina. Gamet jantan yang berupa spermatozoa memiliki antigen pada permukaan selnya yang unik, spesifik, dan bersifat imunogenik yang dapat berikatan dengan antibodi. Ikatan yang terbentuk antara antibodi dan antigen ini dapat menghambat fungsi dari gamet tersebut dan dapat mencegah terjadinya proses fertilisasi. Dengan demikian, antigen yang dimiliki oleh sperma tersebut dapat dikembangkan untuk pembuatan antibodi (anti-sperma) yang dapat digunakan sebagai vaksin imunokontrasepsi pada pria. Pembahasan makalah ini akan lebih terfokus pada pencegahan terjadinya proses fertilisasi dengan cara menggunakan antibodi pengikat protein yang berperan dalam proses fertilisasi. Penggunaan vaksin imunokontrasepsi dengan cara penghambatan pencegahan terhadap terjadinya fertilisasi ini merupakan metode yang tidak memiliki efek samping tertentu, aman digunakan serta bersifat reversibel. Dengan demikian diharapkan jika metode vaksin imunokontrasepsi ini dapat menjadi salah satu metode kontrasepsi unggulan dan menjadi solusi bagi permasalahan ledakan populasi manusia.id
dc.language.isoidid
dc.publisherFakultas Kedokteran dan Gizi IPB Universityid
dc.titlePenghambatan Fertilisasi Oleh Anti-Spam1 Sebagai Kandidat Imunokontrasepsi Priaid
dc.typeArticleid
dc.subject.keywordimunokontrasepsiid
dc.subject.keywordantibodiid
dc.subject.keywordantigenid
dc.subject.keywordspermaid
dc.subtypeOtherid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record